oleh

Satgas Yonif 133 Gagalkan Penyelundupan Ratusan Burung Kace Di Perbatasan Indonesia-Malaysia

KALBAR, SwaraNTT.Net – Dalam patroli rutin yang dilakukan Satgas Yonif 133/YS di perbatasan RI-Malaysia, berhasil menggagalkan penyelundupan sebanyak 150 ekor burung jenis Kacer yang berasal Malaysia.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Mly Yonif 133/YS, Letkol Inf Hendra Cipta, S.Sos, dalam rilis tertulisnya di Kapuas Hulu, Kalbar, Sabtu (11/7/2020).

Dikatakannya, penggagalan penyelundupan pada Sabtu sekitar pukul 06.30 Wib, saat personel Satgas dipimpin Lettu Inf Sigab Gustaka Raharjo melakukan patroli rutin terhadap jalan-jalan ilegal yang banyak terdapat di perbatasan.

Baca Juga: Mantan Kades dan Pjs Kades Goloworok Diduga Korupsi Dana Desa

“Saat patroli itu, kita mencurigai sebuah mobil yang melintas dari salah satu jalan ilegal di sekitar kawasan perkebunan sawit di Dusun Mentari,” kata Hendra.

“Setelah memberhentikan dan memeriksa mobil itu, ditemukan puluhan boks buah berisi burung Kacer yang tidak dilengkapi dokumen,” lanjutnya.

Lebih lanjut disampaikannya, selain mengamankan beberapa barang bukti, dua orang pembawa burung itu masing-masing berinisial S (37)  dan D (18) warga Desa Badau juga turut diamankan dan dimintai keterangan.

“Dari pengakuan S, ratusan burung Kacer ini didapatkan secara ilegal dari warga Malaysia di wilayah perbatasan, di bawa masuk ke Indonesia melalui jalur ilegal untuk  dijual di daerah Mempawah,” ucap Hendra.

“Setelah kita ambil keterangan dan dilaporkan ke Komando Atas, selanjutnya barang bukti dan pelaku kita serahkan kepada pihak Karantina Hewan Badau,” tambahnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Karantina, dari 150 ekor burung Kacer itu, sebanyak 53 ekor di antaranya sudah dalam keadaan mati dan kemudian dilakukan pemusnahan.

“Sedangkan sisanya yang masih hidup, dilepaskan ke alam bebas,” ujarnya.

Menurut Dansatgas, aktivitas ilegal dengan memanfaatkan banyaknya jalan-jalan ilegal yang ada di perbatasan masih sering terjadi, untuk itu Satgas Yonif 133/YS akan meningkatkan pengawasan melalui pemeriksaan dan patroli rutin di perbatasan tersebut.

“Kami akan terus mengawasi aktivitas di perbatasan terutama pada jalan-jalan ilegal, selain untuk mencegah terjadinya aktivitas ilegal, juga untuk menciptakan kondisi kondusif dan aman di perbatasan ini,” pungkasnya.

 

Baca Juga :   Jokowi: Ibu Kota Negara akan Dipindahkan ke Kalimantan

Sumber: Dispenad

News Feed