Manggarai, SwaraNTT.net- Sekretariat Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Manggarai menggelar evaluasi hasil pengukuran dan intervensi stunting bulan Agustus 2025 sekaligus penguatan koordinasi lintas sektor.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Manggarai, Kamis 27/11/2025.
Dalam arahannya, Kepala BPPRID Manggarai Liven Turuk menegaskan bahwa perencanaan berbasis data menjadi fondasi utama dalam percepatan penurunan stunting di daerah.
“Data pengukuran Agustus harus dimanfaatkan secara optimal dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran. Intervensi hanya akan efektif jika didukung data yang akurat, sehingga setiap rupiah anggaran benar-benar menyasar keluarga yang membutuhkan,” tegas Liven Turuk.
Ia menambahkan bahwa stunting tidak hanya menyangkut urusan kesehatan, tetapi merupakan persoalan pembangunan manusia.
Karena itu, setiap perangkat daerah wajib memastikan programnya memiliki kontribusi nyata terhadap upaya pencegahan stunting baik dari aspek edukasi, ekonomi, ketahanan pangan, maupun lingkungan.
Sementara Sekretaris TPPS Kabupaten Manggarai, Maria Yustina Diana Baru, S.ST., M.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja kolaboratif antar sektor adalah kunci keberhasilan percepatan penurunan stunting.
“Hasil pengukuran Agustus bukan sekadar angka, tetapi potret kondisi riil yang harus menjadi dasar kita menyusun intervensi. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus semakin solid,” ujarnya.
Kadis Diana Baru juga menekankan bahwa penanganan stunting bukan tugas satu dinas saja.
Semua sektor, mulai dari ketahanan pangan, sanitasi, pendidikan, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga pemerintah desa, harus bergerak bersama agar intervensi lebih tepat sasaran.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pengukuran di posyandu. Menurutnya, kapasitas kader dan tenaga lapangan perlu diperkuat agar seluruh balita terpantau secara berkala dengan data yang valid.
![]()
![]()
![]()
