oleh

Sidang Tuntutan Pemilik Toko Arjuna Reo Ditunda Hakim PN Ruteng

-KRIMINAL-1.651 views

Manggarai, SwaraNTT.Net – Sidang kasus Terdakwa KORNELIS HENRY TERISNO (henry) yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Ruteng dengan  agenda sidang pembacaan tuntutan ditunda, Senin  (27/05/2019).

Sidang penuntutan kasus menjual obat keras tanpa izin edar tersebut ditunda oleh Hakim Ketua, Sarlota Marselina Suek, SH.

Sedianya, sidang tuntutan tersebut digelar hari ini di Pengadilan Negeri Ruteng tepatnya dijalan komodo Nomor 30 Ruteng, sekitar pukul 10.00 WITA.

Rencananya, sidang akan kembali digelar Rabu 12 Juni 2019. Terdakwa, KORNELIS HENRY TERISNO dijerat dengan Pasal 197 Jo. Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

“Sidang ditunda Rabu 12 Juni 2019,” ujar Hakim Ketua, Sarlota Marselina Suek, Senin (27/5/2019).

Kasus ini terjadi saat 11 Desember 2018 lalu dimana terdakwa Henry pemilik Toko Arjuna Reo diduga menjual obat tidak memiliki izin edar.

Berdasarkan pemeriksaan dan penelitian oleh Penyidik Loka POM, Bernadus B. Moron, S.Si.,M.Hum dan ahli Loka POM Kabupaten Manggarai Barat MOH RUSLI, S.FAR.,APT  terhadap kemasan produk obat tradisional yang diperoleh dari terdakwa KORNELIS HENRY TERISNO.

Diketahui dari 3 (tiga) Produk Obat Tradisional yakni Montalin, Daun Binahong (asam urat) dan Ginseng Kianpi Pil, 2 (dua) diantaranya yakni Montalin dan Daun Binahong memiliki POM TR yang fiktif atau nomor POM TR yang tercantum pada kemasan Produk Obat Tradisional jenis Montalin dan Daun Binahong (asam urat) tidak pernah dikeluarkan / diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan RI sedangkan 1 (satu) produk obat tradisional yakni Ginseng Kianpi Pil sama sekali tidak memiliki POM TR.

Baca Juga :   Polres Manggarai Ungkap Kasus Persetubuhan Anak Bawah Umur

Terpisah Kepala Kejaksaan Cabang Negeri Reo, Ida Bagus Putu Widnyana kepada media ini menerangkan bahwa Saudara terdakwa Henry sudah ditahan sejak tanggal 8 Mei 2019 oleh Jaksa dan sudah disidangkan 3 kali di pengadilan Negeri Ruteng

“Terdakwa Henry sudah ditahan sejak tanggal 8 mei 2019 oleh kejaksaan pada tanggal 13 mei pelimpahan berkas dari kejaksaan ke pengadilan lalu pada tanggal 20 Mei 2019 sidang pertama lalu dikeluarkan penetapan dari tahanan total jadi tahanan kota oleh pengadilan Negeri Ruteng” Ungkap Kacabjari Reo. [Gusty]

Komentar

News Feed