oleh

SWIMB dan KPH Mabar Pungut Sampah Yang Berserakan di Tepi Jalan Puar Lolo

-DAERAH-441 views

Manggarai Barat, SwaraNTT.Net Sampah merupakan masalah yang masih membutuhkan perhatian khusus di kabupatenManggarai Barat. Ditengah hiruk pikuknya pemerintah menata kota Labuan Bajo menjadi suatu daerah wisata super premium,masyarakat NTT khususnya manggarai Barat seakan menutup mata.

Bagaimana tidak, Labuan bajo yang semestinya harus di jaga kebersihanya ini,masih saja ada oknum-oknum yang dengan sengaja menodainya.

Padahal pemerintah setempat sudah menyediakan tong sampah di setiap titik persinggahan bagi pelaku perjalan di labuan bajo dan sekitarnya.

Hal ini di sampaikan Tery Bugis, saat menggelar aksi pemungutan sampah bersama seluruh wartawan yang tergabung dalam Serikat Wartawan Independen Manggarai Barat (SWIMB) di sepanjang tepi jalan lintas Flores di kawasan Hutan Lindung Puar Lolo, Desa Golo Damu, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat pada, Jumat (16/10/20) pukul 10.34 Wita.

“Lima tempat sampah sudah disediakan, tapi tidak dibuang di tempat sampah, malah buang sembrang tempat,” ungkap Terry.

Dia menyampaikan Kegiatan ini,merupakan upaya KPH untuk menjaga keasrian dan kebersihan wilayah Kawasan Hutan Puar Lolo.

Lebih lanjut kata terry, sampah-sampah yang ada di sepanjang jalan kawasan Hutan Lindung Puar Lolo itu berasal dari pelaku perjalanan yang singgah menikmati suasana di Puar Lolo.

“Sampah-sampah yang ada ini, berasal dari pelaku perjalanan yang singgah istirahat, dan menikmati suasan di tempat ini,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut KPH dan sejumlah wartawan dan KPH Mabar berhasil mengumpulkan 20 karung sampah, yang terdiri dari sampah organik dan anorganik.

Kegiatan pungut sampah tersebut, merupakan upaya KPH untuk menjaga keasrian dan kebersihan wilayah Kawasan Hutan Puar Lolo. Dalam kegiatan tersebut KPH dan SWIMB berhasil mengumpulkan 20 karung sampah, yang terdiri dari sampah organik dan anorganik.

“Kegiatan yang dilakukan ini merupakan kali kedua dalam tahun 2020 ini. Sebelumnya pada bulan Februari lalu,” terangnya.

Baca Juga :   Hery Nabit Peserta Terbaik Kedua Sekolah Cakada PDIP Gelombang Pertama

Terry mengatakan, bahwa ke depannya KPH Mabar, akan melakukan Baksos pungut sampah setiap bulan, terkhusus untuk kelompok kerja (Pokja) Puar Lolo dan sambil menyampaikan edukasi kepada pelaku perjalanan yang singgah beristirahat.

Robert Perkasa, wartawan Floresmerdeka.com yang ikut dalam kegiatan tersebut menekankan, bahwa sebagai seorang wartawan harus mampu memberikan bukti nyata, bukan hanya berbicara terkait sampah untuk diberitakan.

“Kita sebagai Wartawan, bukan hanya menulis saja terkait sampah, tetapi kita juga harus mampu memberikan contoh dalam bentuk bukti kerja nyata. Semuanya harus dimulai dari diri sendiri,” ujar Robert

Hal yang sama juga disampaikan oleh Rudi, Wartawan Klik NTT, menurutnya wartawan juga harus bisa menjadi panutan dalam menjaga lingkungan sekitar, khususnya kawasan yang menjadi tempat wisata, seperti kawasan hutan lindung Puar Lolo.

“Wartawan harus bisa menjadi panutan, khususnya terkait persoalan sampah. Kawasan hutan Puar Lolo ini merupakan salah satu tempat yang harus bersih dari sampah, sehingga kita sebagai wartawan, bukan hanya bisa menarasikan berita, namun harus bisa membuktikanya,” tegasnya.

Diketahui Kawasan Hutan Puar Lolo merupakan wilayah Konservasi burung endemik Flores yang harus dijaga, agar ekosistem hewan langkah tersebut tetap terjaga.

Pantauan SwaraNTT.Net, perwakilan dari KPH Mabar berjumlah tiga orang, bersama lima orang wartawan media online wilayah liputan Manggarai Barat yang tergabung dalam SWIMB. 20 karung sampah tersebut, di angkut oleh kendaraan roda empat milik Blue Marlin Komodo, yang ikut serta dalam melancarkan kegiatan tersebut.

Terry Bugis selaku perwakilan dari KPH Manggarai Barat, mengucapkan terimakasih kepada Blue Marlin Komodo yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia juga berharap agar pelaku Pariwisata di Labuan Bajo bisa ikut ambil bagian dalam melestarikan alam yang ada di Kabupaten Manggarai Barat.

Laporan: Volta

News Feed