oleh

Temui Bupati Deno, Janda Miskin di Satarmese Mengaku Tak Pernah Mendapat Bantuan

Ruteng, Swarantt.net – Maria Lunut Warga Desa Umung Kecamatan Satarmese Kabupaten Manggarai, NTT rela menggunakan jasa ojek menuju Kantor Camat Satarmese di Iteng untuk bertemu Bupati Manggarai Deno Kamelus, pada Kamis (30/04/2020)

Dihadapan Bupati Manggarai,  Maria mengaku tidak pernah diberi bantuan oleh Pemerintah seperti PKH, Sembako dan jenis bantuan lainya

“Saya sudah 25 Tahun ditinggal suami, hingga saat saya tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah seperti PKH, Sembako atau apapun jenisnya, saya ini janda miskin” Ucap Maria saat bertemu Bupati Manggarai di Kantor Camat Satarmese pada Kamis (30/04/2015) yang lalu

Pada kesempatan itu dia berharap agar Bupati Manggarai mengakomodir dirinya diantara deretan masyarakat sebagai calon penerima bantuan selama masa Pandemi COVID_19

“Saat ini saya memiliki anak yang sedang duduk di Bangku Sekolah Pa Bupati, artinya saya memiliki tanggungan dan layak menerima bantuan” tambahnya

Menanggapi hal itu Bupati Deno meminta Camat Satarmese untuk segera memasukan nama Ibu Maria sebagai salah satu penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT)

“Pa Camat saya minta nama Ibu Maria didata sebagai calon penerima manfaat bantuan langsung tunai (BLT)” pintahnya

Dia menjelaskan setiap Masyarakat yang tidak terdata sebagai calon penerima bantuan PKH maupun Sembako nantinya akan didata sebagai calon penerima Manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT)

“Hari ini tim verifikasi dari kabupaten terjun kesemua Dusun, mereka akan melakukan verifikasi data calon penerima manfaat BLT” tambahnya

Baca Juga :   Lantik Penjabat Kepala Desa Persiapan; Karolus Mance; Pemimpin Harus Mampu Mensejahterakan Masyarakat

Diketahui pada Waktu itu Bupati Manggarai, Kapolres Manggarai, Dandim 1612 Manggarai, Ketua DPRD beserta sejumlah Anggota menyerah sembako secara simbolik kepada Pelaku Perjalanan dari Daerah terpapar COVID_19

Bupati Deno Dalam sambutanya mengatakan bantuan tersebut diberi sebagai bentuk tanggap Darurat mengingat setiap pelaku perjalanan dari Daerah terpapar COVID_19 wajib diisolasi selama 14 hari

Hery Salus

Komentar

News Feed