oleh

Tingkatkan kesadaran Hukum Di Masyarakat, Mahasiswa KKN 2019 UNIFLOR Ende Gelar Sosialisasi KDRT

-DAERAH-2.635 views

ENDE, SwaraNTT.Net Mahasiswa/i peserta KKN tahun 2019 Universitas Flores (Uniflor) mengadakan sosialisasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT ) kepada masyarakat Kelurahan Rewarangga Selatan Kec. Ende Timur Kabupaten Ende pada hari Rabu 28/8/2019 bertempat di aula Kelurahan Rewarangga Selatan

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Kelurahan, masyarakat, pihak BPJS Kabupaten Ende dan Mahasiswa/i KKN Uniflor yang ada di kelurahan tersebut

Acara tersebut dipandu oleh Elga Paskalia Teban, yang merupakan mahasiswi FKIP Prodi Sejarah Uniflor Ende.

Dalam sambutan, Muhamad Ridwand S.Sos, selaku Lurah Rewaranga selatan, mengucapkan terima kasih dan sekaligus apresiasi kepada mahasiswa/i KKN Uniflor yang dengan semangatnya hingga bisa mengadakan kegiatan sosialisasi tersebut

Dia menjelaskan bahwa Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT) tentu suatu hal yang tidak diinginkan oleh setiap rumah tangga keluarga, namun hal itu tetap terjadi akibat dari kesenjangan sosial dan lebih khusus minimnya kesadaran hukum di tengah masyarakat

“Sosialisasi hari ini menjadi moment yang penting buat masyarakat dalam hal pentingnya pengetahuan tentang hukum terkait kehidupan rumah tangga sehingga terhindar dari setiap perbuatan melanggar hukum seperti KDRT tersebut” pungkas pak Lurah Rewarangga Selatan yang kerab disapa pak Ridwand tersebut dan langsung membuka acara dengan resmi

Ernesta Arita Ari SH.,M Hum., dalam materinya menjelaskan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT) lebih menekankan tentang akibat hukum dari tindak pidana KDRT serta dampak sosial ekonomi dari keluarga yang tersangkut kasus KDRT tersebut

“Bayangkan jika suami masuk penjara, yang sengsara juga kan istri anak, ekonomi keluarga lumpuh”, Jelasnya.

Ia juga menjelaskan tentang penyelesaian masalah KDRT secara non litigasi dan atau melalui upaya pendekatan dengan memaafatkan pemerintah Desa dan tokoh masyarakat setempat

Baca Juga :   RPJMD Disaat Pademi Covid-19, Bupati Hery Nabit: Setelah Hujan Badai Pasti Akan Tetap Ada Pelangi

Menurut dia, apabila upaya penyelesaian secara non litigasi gagal maka akan diselesaikan di Pengadilan Negeri setempat.

Menurutnya, ancaman pidana terhadap pelaku tindak pidana KDRT dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun hal ini telah diatur dalam Undang-Undang No.23 tahun 2004 tentang penghapusan tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT)

Ia juga mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk nenjaga sikap dan prilaku dalam kehidupan berkeluarga sehingga terhindar dari masalah hukum dan dengan demikian dapat menciptakan keluarga yang bermartabat dan harmonis menuju masyarakat yang bermutu, tutur dosen Fakultas Hukum Uniflor Ende tersebut.

Kamaludindd, salah satu sfaf BPJS kabupaten Ende dalam materinya menjelaskan tentang pentingnya setiap rumah tangga keluarga mengetahui maafaat program BPJS dalam mendukung keberlangsungan kehidupan keluarga terkait biaya kesehatan anggota keluarga kita

Dalam kesempatan yang sama dia mengajak setiap rumah tangga keluarga untuk ikut dalam program BPJS

“Sehat adalah awal dari setiap aktifitas manusia, solusi biaya untuk kesehatan ayo ikut program BPJS” pungkas Kamaludindd

 

Penulis : Galis Antong

 

Komentar

News Feed