oleh

TP PKK Manggarai Studi Banding Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banyumas

Banyumas, SwaraNTT.Net – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Manggarai, melalui TP PKK dalam penanganan masalah persampahan begitu terlihat, dengan melakukan kaji banding pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, tim rombongan TP PKK Manggarai diterima langsung oleh Bupati Banyumas, H. Ahmad Husen dan Ketua TP PKK Kabupaten Banyumas, Hj. Erna Sulistiawati serta dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas dan sejumlah pimpinan OPD dan BUMD.

Sementara rombongan TP PKK Manggarai yang mengikuti studi banding pengelolaan sampah dipimpin langsung Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Meldy Hagur didampingi wakil Ketua TP PKK, Rin Ganggut Ngabut, serta hadir Camat Langke Rembong, Yohanes Ndahur, dan Koordinator Yayasan Plan Internasional Indionesia untuk Manggarai, Ani Talan.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari mulai tanggal 24 dan 25 November 2022.

Bupati Banyumas, Ahmad Husen, dalam sambutannya mengatakan awal perjuangan penanganan sampah di Kabupaten Banyumas, berawal dari aksi masyarakat menuntut penutupan TPA.

Pada saat itu, jelas Bupati Husein, pemerintah berpikir keras untuk menuntaskan persoalan tersebut dengan cara melakukan studi banding ke beberapa daerah.

Sering melakukan studi banding ke setiap daerah, jelas Bupati Husein, membuat dirinya memiliki ide dan menemukan konsep SUMPAH BERUANG (Sulap saMPAH BERubah UANG).

“Konsep sederhananya adalah TPA ditutup, retribusi sampah dihapus, namun pengelolaan sampah diserahkan kepada KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat),” jelasnya kepada tim rombongan Kabupaten Manggarai.

Dalam konsep ini, kata Bupati Husein, penanganan sampah diserahkan kepada KSM. Pemerintah hadir dengan memberikan bantuan kompetensi dan peralatan kerja.

Baca Juga :   Gubernur NTT Lantik Bupati dan Wakil Bupati 5 Kabupaten Hasil Pilkada Serentak 2020

“Dalam waktu 3 bulan pertama, pemerintah daerah hadir dengan memberikan subsidi penuh kepada KSM lalu setelahnya baru dilepas,” terangnya.

Segala peralatan lanjut, Bupati Husein, disiapkan oleh pemerintah untuk dipinjampakaikan kepada KSM.

“Alhasil dari semangat ini, setidaknya beberapa hal yang diperoleh adalah dari sampah dapat bermuara pada beberapa produk, antara lain, kompos, biji plastik, bahan pembuatan paving dan genteng, kompos, maggot dan kasgot yang memiliki nilai ekonomis,” sebut Bupati Banyumas, H. Ahmad Husein.

Dengan program ini, konsep pemberdayaan dan perluasan kesempatan kerja terwujud bagi warga masyarakat Kabupaten Banyumas.

Setelah mendengar arahan dari Bupati Banyumas, rombongan Pemda Manggarai langsung melakukan kunjungan lapangan untuk mendapatkan gambaran tentang pengelolaan sampah oleh KSM.

Kunjungan tersebut didampingi secara langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Banyumas, Hj. Erna Sulistiawati ke BUMDES Berkah Maju Bersama di Desa Rempoa, Kecamatan Batu Raden.

Rombongan Pemda Manggarai, melihat langsung proses pengelolaan sampah yang dilakukan KSM Mekar Sari di Desa Karang Cegak, Kecamatan Sumbang.

Di dua lokasi ini, rombongan diperlihatkan secara langsung proses pengelolaan sampah mulai dari masuk sampai dengan produk akhir yang dihasilkan.