oleh

UU Baru Minerba: IUP dan IUPK Wajib Reklamasi dan Pascatambang Sukses 100%

JAKARTA, SwaraNTT.Net – Pasca diundangkannya Undang-Undang (UU) No. 3/ 2020 pada tanggal 10 Juni 2020 lalu, kini pengelolaan sektor pertambangan mineral dan batubara memasuki era baru, Selasa (23/06/2020).

Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) diwajibkan untuk melakukan reklamasi dan pascatambang sukses 100 persen. Ketentuan itu termuat dalam undang undang (UU) mineral dan batubara (Minerba) yang baru.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM yakin pengusaha tambang bakal menjalankan reklamasi. Pasalnya, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 atau UU Minerba mengatur dengan tegas ketentuan tersebut.

Berdasarkan UU No.4/2009 pasal 100 disebutkan bahwa pemegang IUP dan IUPK wajib menyediakan dana jaminan reklamasi dan jaminan pascatambang, kemudian jika pemegang IUP dan IUPK tidak melaksanakan reklamasi sesuai dengan rencana yang telah disetujui, maka menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya dapat menetapkan pihak ketiga untuk melakukan reklamasi dan pascatambang dengan dana jaminan tersebut.

Baca Juga: SMK Santa Mathilda Ruteng Ikut Memeriahkan HUT RI 74 Di Kecamatan Aimere Kabupaten Ngada

Terkait dengan aturan reklamasi dan pascatambang pada UU No.3/2020 ini, bagi pemegang IUP dan IUPK yang izin usahanya dicabut atau berakhir tetapi tidak melaksanakan reklamasi/pascatambang atau tidak menempatkan dana jaminan reklamasi/pascatambang dapat dipidana paling lama 5 (lima) tahun penjara dan denda paling banyak Rp 100.000.000.000 (seratus miliar rupiah). Selain sanksi pidana, pemegang IUP dan IUPK dapat dijatuhi pidana tambahan berupa pembayaran dana dalam rangka pelaksanaan kewajiban reklamasi dan/atau pascatambang yang menjadi kewajibannya.

“Sebelum UU No.3/2020 ini diundangkan, Pemerintah hanya bisa memberikan sanksi adminstratif kepada pelaku usaha. Namun setelah terbit UU ini, eks pemegang izin pertambangan mempunyai kewajiban melaksanakan reklamasi dan pasca tambang dengan tingkat keberhasilan 100%, kita juga dapat memberikan sanksi pidana khusus bagi para penambang yang tidak melaksanakan reklamasi dan pascatambang”, jelas Plt. Direktur Teknik dan Lingkungan Minerba, Sujatmiko.

Plt. Direktur Teknik dan Lingkungan Minerba, berharap, dengan aturan baru ini, tidak ada lagi lubang-lubang bekas tambang yang terbengkalai, sehingga pencemaran lingkungan bisa dihindarkan karena ini juga menjadi salah satu tujuan penerbitan UU No.3/2020, yaitu pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik.

Baca Juga :   Tiba di "The Istana" Singapura, Presiden Jokowi Disambut Upacara Resmi

 

(Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik Kementerian ESDM)

News Feed