oleh

Wapres Ma’ruf  Pimpin Rapat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di Provinsi NTT

Kupang,SwaraNTT.Net – Wakil Presiden RI  K.H Ma’ruf Amin mengunjungi wilayah Propinsi NTT. Kedatangan Wapres ke NTT masih dalam  rangkaian kunjungan kerja terkait prioritas pemerintah untuk pengurangan kemiskinan ekstrem tahun 2021.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wapres didampingi beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju melakukan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2021 di Provinsi NTT bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur serta Bupati Sumba Timur, Bupati Timor Tengah Selatan, Bupati Rote Ndao, Bupati Sumba Tengah, dan Bupati Manggarai Timur. Para Bupati tersebut merupakan kepala daerah dari 5 wilayah prioritas pengurangan kemiskinan ekstrem di NTT.

Lima kabupaten di NTT yang mengalami kemiskinan ekstrem :

1. Sumba Timur 17,47 persen kemiskinan ekstrem, jumlah penduduk miskin ekstrem 45.550 orang.

2. Timor Tengah Selatan 17,30 persen kemiskinan ekstrem, jumlah penduduk miskin ekstrem 81.180 orang.

3. Rote Nado 16,21 persen kemiskinan ekstrem, jumlah penduduk miskin ekstrem 28.720 orang.

4. Sumba Tengah 21,51 persen kemiskinan ekstrem, jumlah penduduk miskin ekstrem 15.820 orang.

5. Manggarai Timur 15,43 kemiskinan ekstrem, jumlah penduduk miskin ekstrem 44.630 orang.

Pemilihan 5 kabupaten prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2021 tersebut, didasarkan bukan hanya pada kriteria persentase tingkat kemiskinan ekstrem, tetapi juga dikombinasikan dengan jumlah masyarakat miskin ekstrem di wilayah tersebut.

Ukuran tingkat kemiskinan ekstrem yang digunakan mengacu pada definisi Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa Bangsa, yaitu sebesar 1,9 dolar AS PPP (purchasing power parity) per kapita per hari, di bawah ukuran tingkat kemiskinan umum yang digunakan BPS yaitu sebesar 2,5 US dolar PPP per kapita per hari.

Khusus untuk lima kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang menjadi prioritas di tahun 2021 ini, total jumlah penduduk miskin ekstrem mencapai 212.672 jiwa dengan total jumlah rumah tangga miskin ekstrem 89.410 RT.

Dalam rapat kerja tersebut, Wapres meminta agar Gubernur dan seluruh Bupati wilayah prioritas tahun 2021 di Nusa Tenggara Timur untuk dapat bekerja keras memastikan agar seluruh rumah tangga miskin ekstrem mendapatkan seluruh program, baik program pengurangan beban pengeluaran maupun program pemberdayaan.

Gubernur dan para Bupati agar juga memperkuat perencanaan dan penganggaran program pengurangan kemiskinan ekstrem dalam APBD masing-masing, khususnya yang sesuai dengan karakteristik miskin ekstrem di wilayah masing-masing.

Baca Juga :   Kabar Gembira, Sejumlah Desa Di Kabupaten Manggarai Akan Dialiri Listrik Dari PT. PLN

Secara khusus Wapres mengatakan bahwa dalam tahun 2021 ini tinggal yang tinggal 3 bulan lagi akan disiapkan bantuan berupa tambahan uang tunai khusus untuk rumah tangga miskin ekstrem di 5 kabupaten prioritas di Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan data yang sekarang tersedia.

Untuk program khusus 2021 ini, Pemerintah akan menggunakan program yang ada yaitu Program Sembako dan BLT-Desa untuk memberikan dukungan tambahan bagi kelompok miskin ekstrem di 5 kabupaten prioritas di NTT pada tahun 2021 ini.

Pada kesempatan tersebut Wapres menegaskan bahwa anggaran bukan masalah utama dalam upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem, karena anggaran kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah sudah mencukupi, namun tantangannya adalah bagaimana program tersebut konvergen dan terintegrasi dengan sasaran yang ditetapkan.

Konvergensi merupakan faktor utama dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem untuk memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem mulai dari tahap perencanaan, penentuan alokasi anggaran, penetapan sasaran dan pelaksanaan program tertuju pada lokus yang sama baik itu secara wilayah maupun target masyarakat yang tepat.

Setelah rapat kerja, bertempat di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Wapres berkesempatan untuk meninjau showcase beberapa program pengurangan kemiskinan ekstrem yang dilakukan di 5 kabupaten prioritas di Provinsi NTT. Salah satu program yang ditinjau adalah program penyediaan listrik untuk masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Dalam jumpa pers yang dilaksanakan setelah Wapres meninjau showcase beberapa program pengurangan kemiskinan ekstrem yang dilakukan di 5 kabupaten prioritas di Provinsi NTT, Wapres menyampaikan bahwa yang terpenting adalah mencoba mensinergikan program-program yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.

“Saya kira ide-ide yang muncul dan sesuai dengan tantangan dan kondisi di NTT. Kami ingin dalam menerapkan program yang lebih kontekstual yang sesuai dengan apa yang diharapkan”.

Laporan : Robert Warang

News Feed