oleh

Camat Cibal barat : Pemuda harus Menjadi Pelopor Pembangunan

-DAERAH-139 views

Ruteng, swarantt.net Karolus Mance selaku Camat Cibal Barat mengharapkan peran serta kaum muda dalam pembangunan, hal tersebut diungkapkan pada saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Cibal Barat di Kantor Camat Cibal Barat (Rabu, 13/02/2019)

Camat Cibal Barat Menjelaskan, Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya mendukung implementasi Program pemerintah, perlu melibatkan semua unsur kelompok masyarakat, salah satunya adalah pemuda/pemudi.

Hal itu dibuktikan ketika pelakasanaan Musrenbangdes di setiap Desa hampir semuanya tidak melibatkan kaum muda untuk membahas dan manyalurkan ide untuk pembangunan kedepannya, namun ada dua kemungkinan kurangnya keterlibatan kaum muda dalam forum musrenbangdes.

“Ada dua kemungkinan pemuda itu jarang terlibat dalam membahas rencana pembangunan, mungkin karena sengaja tidak diundang karena dianggap anak muda itu tau apa? dan yang kedua mungkin ada juga pemuda yang memang tidak mau berpartisipasi” Ungkap Camat Cibal Barat itu.

Lebih lanjut Karolus menuturkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran pemuda, sehingga Dia beranggapan bahwa sebenarnya peran pemuda dalam pembangunan itu sangat Penting. Ide dan gagasan pemuda sangat dibutuhkan

Kata Dia, Pemuda menyimpan potensi besar untuk memimpin pembangunan. Mereka dapat menjadi kunci keberlanjutan pembangunan dengan pemikiran-pemikiran yang progresif. Aktivitas pemuda saat ini, sangat dekat dengan kecepatan informasi dan perkembangan teknologi. Hal tersebut diyakini menjadi modal besar bagi para pemuda untuk tidak lagi apatis terhadap pembangunan.

“Pemuda itu memiliki pemikiran, tenaga yang besar, semangat, dan kreatifitas untuk bergerak dalam pembangunan, Jika pemuda dapat diberdayakan secara maksimal di semua Desa di Kecamatan Cibal Barat, saya yakin itu akan memberi dampak signifikan,” ujarnya”

Karolus juga menambahkan, Dalam membangun sebuah Desa tugas pemuda tidaklah gampang, karena permasalahan desa yang begitu banyak, pemuda harus mampu menciptakan Inovasi yang tepat agar semangat perubahan dalam membangun desa tidak berbenturan dengan budaya dan adat istiadat desa.

Dalam rangka menjadi pegiat desa pemuda harus mampu membangun sinergi, bekerja sama, hal itu tidaklah mudah karena akan membutuhkan komitmen dan konsisten terhadap komitmen itu sendiri.

Camat karolus juga meminta kepada kaum muda supaya tidak hanya menjadi Penikmat pembangunan melainkan menjadi pelaku pembangunan itu sendiri.

“Pemuda harus bisa bekerja sama dengan pemerintah, untuk terlibat aktif dalam pembangunan, karena saya mengharapkan supaya pemuda harus menjadi pelaku pembangunan bukan hanya menjadi penikmat” Pungkasnya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Karolus berencana untuk membuat sebuah organisasi pemuda kecamatan Cibal Barat juga meminta kepada seluruh kepala Desa di Kecamatan Cibal Barat untuk segera membentuk Karang Taruna sebagai wadah berprosesnya para pemuda di setiap Desa.

Dan berharap seluruh pemuda harus Ikut aktif dalam berorganisasi dan mengorganisir diri dalam lembaga itu yang bisa menjadi wadah bagi teman-teman pemuda untuk berdinamika, menyalurkan ide dan berkreasi.

Mengingat pemuda sebagai Agent Of Change dan Agen Controlling, tantangan dalam proses pembangunan kedepannya sangat di perlukan pemuda dalam mengawasi serta mengontrol kebijakan maupun pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Karena selain pemuda memiliki idealisme tinggi, juga tidak banyak memiliki kepentingan terselubung dalam melakukan aktivitasnya.

Maka dari itu Camat Cibal Barat berharap dengan adanya wadah itu pemuda dapat ikut sadar dan berperan dalam pembanguan kedepanya. Mulai dari proses Perencanaan, Penganggaran, Pelaksanaan, Pelaporan dan pertanggungjawaban.

“Nanti kita akan bentuk sebuah Organisasi pemuda tingkat Kecamatan dan Karang Taruna di semua Desa sebagai wadah pemuda untuk menyalurkan ide dan gagasan yang produktif untuk pembangunan, karena saya yakin peran pemuda sangat penting dalam pembangunan, kita harus hilangkan stigma bahwa pemuda itu tidak ada apa-apanya” tutupnya. [Peppy Kurniawan]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed