oleh

WVI Ruteng Gelar Jambore HAN Tingkat Kabupaten Manggarai Timur

Ruteng,Swarantt.net – Wahana Visi Indonesia (WVI) Ruteng menggelar kegiatan Jambore Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Manggarai Timur Jumat- Minggu (30/08 – 01/09/2019) di susteran Putri Karmel Wae Lengkas Ruteng.

Kegiatan ini dilaksanakan hasil kerjasama kerja sama dengan Keuskupan Ruteng yang tertuang dalam Memorandum of Undersanding (MoU). Kegiatan ini rutin, dilaksanakan setiap tahun dengan beberapa target pencapaian yang ditetapkan secara bersama.

Staf WVI Ruteng Santo Peter melalui press release yang dikirim Kepada Swarantt.net menjelaskan, WVI bersama PUSPAS keuskupan Ruteng telah mengembangkan rancangan aktifitas berdasarkan program setiap seksi yang telah disepakati.

“Dalam bidang Pendidikan salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Peningkatan Kapasitas Guru (Non Pedagogikal: Keterpanggilan sebagai guru dan Pengasuhan dengan kasih), yang dirangkaikan dengan jambore Hari Anak Nasional (HAN)” imbuhnya.

Kegiatan ini lanjut Santo bertujuan, untuk meningkatkan Kesadaran guru akan keterpanggilannya sebagai guru yang sejati,  Pengetahuan guru terkait pola didik tanpa kekerasan terhadap anak didik serta, untuk meningkatkan keahlian guru dalam kegiatan-kegiatan pengembangan keterampilan anak didik, dengan demikian prestasi anak didik meningkat.

WVI kata Dia, menggunakan materi dasar Pengasuhan Dengan Cinta (PDC) untuk memberikan pengetahuan kepada guru dan sekolah yang ikut dalam kegiatan Jambore HAN agar dalam mendidik anak tidak menggunakan metode kekerasan. Dalam kegiatan ini, WVI juga bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur dalam mengembangkan keterampilan anak.

Tujuan kegiatan ini jelas Santo yaitu
Agar guru menemukan sukacita sejati dalam menjalankan  tugas dan pelayanannya sebagai guru, Meningkatkan pengetahuan guru untuk mendidik anak dengan cara yang positif melalui penggunaan modul PDC secara selektif, dan mengembangkan keahlian majemuk anak dalam mengembangkan talenta dan kelompoknya, sehingga dapat membantu pengembangan teman sesama anggota kelompok.

Baca Juga :   Marsel Ahang: SP3 Kasus Pembangunan Embung Wae Kebong Cacat Prosedural dan Cacat Hukum

Untuk mencapai tujuan ini, lanjut Santo kegiatannya dilakukan dengan metode worksop terintegrasi dengan kegiatan kreatif camping/jamboree Hari Anak Nasional.

Untuk kelas guru kata Dia, dilaksanakan Sabtu (31/08/2019). Dalam kegiatan ini guru-guru belajar bagaimana mengasuh anak dengan cinta. Wahana Visi mengajak guru-guru untuk mendidik anak tidak dengan kekerasan.

Sementara untuk kelas anak, terdapat sebelas kelas minat dan bakat yang didampingi oleh fasilitator diantaranya, kelas drama, stand up comedy, MC, melukis, tombo turuk (cerita dongeng), panggung boneka, musik, musikalisasi puisi, jurnalistik, foto grafi dan tari.

Pantauan media ini dilokasi kegiatan, kelas minat dan bakat anak setelah didampingi oleh fasilitator, malamnya langsung tampil untuk mengisi acara puncak Hari Anak Nasional, serta menghibur teman-teman mereka yang ikut kegiatan tersebut.

Total peserta yang ikut dalam kegiatan Jambore Hari Anak Nasional yaitu 399 Peserta, berasal dari 9 SD di Kecamatan Poco Ranaka dan Poco Ranaka Timur diantaranya SDN Lento, SDN Nggari , SDI Lawir, SDK Lawir, SDK Wesang , SDK Bajar , SDK Menge, SDN Wejang Nendong , SDK Tontang.[Silve]

Komentar

News Feed