oleh

Taklimat Ketua Edi di 74 tahun Ulang Tahun Republik

-DAERAH-2.516 views

SDM UNGGUL INDONESIA MAJU, SDM ANAK MUDA UNGGUL MABAR MANTAP!!

Pada bagian awal taklimat ini, ijinkan saya mengajak kita bersama-sama memanjatkan pujian dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas berkat rahmat penyertaan dan penyelenggaraannya kita semua dapat berkumpul disini dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74.

Atas nama bangsa Indonesia, 74 tahun lalu Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa ini. Siapapun yang pernah belajar sejarah perjuangan bangsa ini tahu bahwa bagi kedua proklamator itu, proklamasi kemerdekaan tersebut “bukan merupakan puncak dari seluruh perjuangan yang telah mereka rintis, tetapi baru awal dari sebuah upaya panjang untuk mengisinya dengan berbagai kerja pembangunan pada berbagai sektor kehidupan masyarakat”.

Dalam hubungan itu dalam sebuah pidatonya memorialnya Soekarno pernah mengatakan “jangan berikan aku 1000 orang tua, tetapi berikanlah aku 10 orang muda saja, karena bersama mereka aku akan mengguncang-guncang dunia”

Mengapa Soekarno lebih percaya kaum muda ketimbang mereka yang berusia tua dalam kerja pembangunanan itu? Dan mengapa saya ulangi disini, dalam suasana partai kita juga mengenang Hari Proklamasi kemerdekaan kita sebagai sebuah Bangsa Merdeka?

Soekarno sesungguhnya sama sekali tidak anti terhadap orang tua. Cuma Soekarno percaya bahwa kalau sebuah upaya besar melibatkan kaum muda maka potensi keberhasilannya jauh-jauh lebih besar karena potensi, bakat dan kemampuan yang ada pada kaum muda tidak kalah dari, dan bahkan bisa bersaing dengan generasi diatasnya.

Disini jumlah anak muda sama sekali tidak jadi ukuran, karena 10 saja sudah banyak dan sama nilainya dengan 1000 orang tua. Apalagi kalau jumlah kaum mudanya berkali lipat, katakan 10, 20, atau ratusan.

Tema besar Hari Ulang Tahun ke 74 kemerdekaan kita adalah SDM UNGGUL INDONESIA MAJU. Dalam kaitan itu, tidak seorangpun ragu bahwa ditengah arus globaliasi yang cepat sekali berubah dan menuntut persaingan/keunggulan lebih seperti saat ini, yang dimaksudkan dengan SDM atau Sumber Daya Manusia Unggul itu, potensi terbesarnyanya terletak pada anak-anak muda.

Kenapa? Karena selain unggul dari sisi usia dan rata-rata tingkat pendidikan ketimbang generasi yang lebih tua, pada diri mereka terdapat ciri-ciri dan kemampuan inovatif, kreatif, peka dan adaptif terhadap perubahan.

Itulah mengapa saat ini masyarakat umumnya sering menyebut kaum muda sebagai generasi milineal. Penyebutan dan pelekatan katagori generasi milineal itu tentu tidak terlepas dari ciri-ciri keunggulan yang saya katakan diatas.

Karena itu, pemenuhan tema besar HUT Proklamasi SDM UNGGUL INDONESIA MAJU diatas sangat bergantung pada adanya ANAK-ANAK MUDA YANG UNGGUL yang sekarang populer disebut generasi millenial itu. Itu juga kiranya dasar mengapa Jokowi memberi garansi bahwa dalam jajaran kabinetnya nanti akan ada anak-anak muda berusia 25-40 tahun yang ditunnjuk memimpin kementrian.

Namun, itu dipusat Republik. Pertanyaan yang tetap menggantung dalam pikiran saya kemudian adalah apakah kita kaum muda yang berada di pelosok Manggarai Barat ini juga bisa bersaing dan unggul bahkan layak memimpin kabupaten ini?
Kenapa Tidak? SANGAT BISA. Raihan suara partai NasDem dalam pemilihan legislatif kemarin sudah membuktikan itu.

Baca Juga :   Bupati Manggarai Hery Nabit Minta Pelayanan di BLUD Ben Mboy Ruteng Diperbaiki

Tidak bisa disangkal bahwa selain buah dari kerja berat kita bersama yang sebagian besar muda dari sisi usia, capaian tersebut merupakan keunggulan komparatif kita terhadap rekan-rekan partai-partai lainnya yang sama-sama hidup dan hendak menghadirkan kemajuan yang lebih baik bagi Manggrai Barat. Tentu kita tidak akan bisa mencapai posisi itu jika tidak mampu bersaing dan punya keunggulan.

Motivasi semacam ini kepsda kita semua sangat perlu dan menjadi penting karena dengan adanya hewan Komodovaranus di wilayah kabupaten kita yang secara global diakui sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia (the new seven wonders), suka-tidak-suka, diterima atau terus dikritik kenyataannya bahwa kabupaten kita tercinta Manggarai Barat kini telah menjadi salah satu dari 10 destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Semua kelebihan dan keunggulan itu telah membawa kabupaten kita dalam beberapa tahun belakang ini telah menjadi destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan asing dan domestik.

Kunjungan wisatawan ke seluruh situs kepariwisataan kita saat ini bahkan yang terbesar kedua setelah Bali sehingga ada yang menjuluki Manggarai Barat sebagai “Bali Baru”. Maka, agar “tidak menjadi penonton di rumah sendiri” tentu kenyataan baru yang sedang kita semua hadapi dan rasakan diatas menuntut adanya SDM yang siap bersaing dan Unggul.Dan sebagai anak muda yang memiliki SDM itu kita siap bersaing dan unggul.

Karena itu, jika tema diatas yang masih bersifat nasional kita tarik ke bawah, ke dalam konteks lokal kita di Mabar, maka persis disinilah arti pentingnya bagi kita sekalian. Bahwa dengan adanya SDM UNGGUL INDONESIA MAJU, dengan ANAK MUDA UNGGUL MANGGARAI BARAT MAJU!.

Setiap generasi memiliki tantangannya sendiri. Hanya ketika mereka berhasil merumuskan sendiri tantangannya sendiri dan menemukan jawabannya dalam gerakan nayata, mereka membuat sejarah dan tidak berlalu begitu saja bersama waktu. Namun hanya dengan bersama-sama dan dalam kebersamaan serta kerjasama yang erat dan saling percaya antara yang muda dan tua dalam membangun Manggarai barat itu, kabupaten ini akan berkembang lebih MANTAP dan dalam ke-MANTAP-an itu bersama-sama kita akan mengguncang-guncang dunia.

Akhirnya, teriring salam sejahtera dan mohon maaf jika ada yang kurang berkenan ijinkan saya menutup taklimat ini dengan mengajak kita bersama mengatakan: Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 74 . SDM UNGGUL INDONESIA MAJU, SDM ANAK MUDA UNGGUL MANGGARAI BARAT MAJU!. BERSATU KITA KUAT, BERSAMA KITA JAYA MENUJU KABUPATEN MANGGARAI BARAT ‘BALI BARU’ YANG MANTAP!.

Labuan Bajo, Hari Merdeka 17 Agustus 2019; Ketua Partai NasDem Kabupaten Manggarai Barat Edistasius Endi, S.E

Komentar

News Feed