oleh

Hadir Panen Simbolis Kedelai, Julie Laiskodat: Kajong Salah Satu Solusi Krisis Pangan di Indonesia

Manggarai, SwaraNTT.Net – Bupati Manggarai Herybertus Nabit, bersama anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat, menghadiri panen simbolis komoditas Kedelai di Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, pada Sabtu, (20/08/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 1612 Manggarai, Letkol Inf. Muhammad Faisal, pihak Polsek Reo, anggota DPRD Provinsi NTT, Fredi Mui, Kepala Bank NTT Cabang Ruteng, ketua Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) Erick Teguh Herwinda, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian NTT, para pimpinan OPD Manggarai, Camat Reok Barat, Tarsi Asong serta para Kades se-kecamatan Reok Barat.

Kepada sejumlah awak media, anggota DPR RI Julie Laiskodat, mengatakan desa Kajong Reok Barat, merupakan salah satu solusi krisis pangan di Indonesia.

Dikatakan anggota Komisi IV DPR RI, panen kedelai di lokasi tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah melalui kelompok Tani di desa Kajong dengan dukungan pemerintah daerah Kabupaten Manggarai untuk menyokong ketahanan pangan nasional dari daerah NTT.

“Kebutuhan Kedelai di Indonesia sangat banyak, bukan hanya buat tahu tempe tetapi semua produk-produk makanan membutuhkan bahan baku kedelai,” jelas anggota Komisi IV DPR RI, Julie Laiskodat.

Menurut dia, hampir 96 persen bahan baku Kedelai di Indonesia di impor dari luar negeri, sementara di NTT, khususnya di Kajong Kabupaten Manggarai, salah satu wilayah yang sangat cocok untuk tanami Kedelai.

“Masyarakat kita butuh pendampingan, karena harga, para petani kita enggan menanam komuditi Kedelai dan lebih memilih komuditi yang lain untuk bercocok tanam,” terangnya.

Untuk itu kata dia, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, perintahkan agar mencari potensi komuditi Kedelai di wilayah NTT, karena kebutuhannya sangat tinggi.

“Kedelai kita di NTT kualitasnya sangat bagus karena sudah di uji oleh Zaki Tempe dan berbeda dengan Provinsi lain di Indonesia kualitasnya,” bebernya.

Dijelaskan Julie Laiskodat, kualitas komuditi kedelai di desa Kajong, Kecamatan Reok Barat, terbaik untuk provinsi NTT.

Dalam kegiatan panen Kedelai yang berlangsung di Desa Kajong, anggota DPR RI itu, menghadirkan langsung Offtaker Kedelai dari Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) yang diwakili oleh Erick Teguh Herwinda.

Baca Juga :   Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin Membuka Acara ICCIS di Bali

Saat ini jelas Dia, bagaimana mengajak para petani untuk kembali menanam Kedelai untuk memenuhi pangsa pasar.

“Sebagai anggota DPR RI perwakilan NTT, semua wilayah yang memiliki potensi Kedelai supaya diakui secara nasional dan sebagai pemasok komuditi Kedelai untuk indonesia,” tegas anggota Komisi IV DPR RI.

Ia juga mengatakan, sebagai anggota DPR, dirinya menginginkan desa Kajong, salah satu lumbung Kedelai di waktu yang akan datang.

Ia juga mengajak petani untuk memanfaatkan lahan pertanian yang ada, jangan sampai ada lahan yang dibiarkan bero (tidak ditanami).

Untuk lahan pertanian yang kesulitan air, dirinya siap membantu untuk melakukan pemboran yang terpenting lokasinya memiliki potensi sumber air bawah tanah.

Usaha tani kedelai sebagai perbenihan agar terus dikembangkan karena memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani.

Untuk mengatasi persoalan harga dan pangsa pasar, Julie Laiskodat, menghadirkan langsung Erick Teguh Herwinda sebagai offtaker atau pembeli ke kelompok tani Kedelai di Kajong yang siap membeli kedelai dengan harga Rp 8.500 per kilo gram (kg), harga tersebut langsung dari petani. Tetapi tidak menutup kemungkinan harga tersebut bisa berubah sampai Rp 9.000 per Kg.

Pada tahun 2022 bulan Agustus saja jelas, Julie Laiskodat, dari luas lahan 100 hektar, petani kedelai desa Kajong, meraup pendapatan mencapai Rp 1.887.000.000.

Angka tersebut, sambung Julie Laiskodat, berdasarkan hitungan luas lahan 1 hektar dapat menghasilkan 1,7 ton.

Yang terjual saat ini oleh kelompok tani kedelai desa kajong mencapai 60 persen, sedangkan sisanya 40 persen dijadikan untuk penangkar dengan harga Rp 15.000 per Kg, nantinya akan menyebar ke empat kecamatan di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat. [Gusty S.]