oleh

Mahasiswa Unika St.Paulus Ruteng, Hasilkan Tempe Dengan Bahan Baku Biji Karet,Biji Nangka dan Kacang Tanah

Ruteng, SwaraNTT.Net – Hasil kreasi dari Mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng ini patut diberi acungan jempol. Pasalnya mereka mampu menghasilkan karya yang sangat luar biasa. Kalau selama ini kita mengenal bahan baku pembuatan tempe hanya dari kacang kedelai, tapi para Mahasiswa ini bisa membuat tempe dengan bahan baku dari Biji Karet, Biji Nangka, dan Kacang Tanah. Kreasi luar biasa ini mereka hasilkan dengan memanfaatkan waktu Pekan Kreativitas Mahasisa (PKM).

Kepada wartawan di Ruteng, Kamis (15/7/2021), Ketua Kelompok Kecil PKM Bidang Kewirausahaan Fakultas Pendidikan Matematika Unika St. Paulus Ruteng, Lionardo Nara Gae mengatakan, Dia bersama dua rekannya, Yohana Jeliman dan Maria Belos waktu PKM mereka manfaatkan untuk berkreasi. Hasilnyapun tak tanggung-tanggung yaitu menghasilkan salah satu kebutuhan masyarakat luas yaitu tempe.

“Kami pelajari apakah tempe tak bisa terbuat dari bahan lain dari yang sudah ada? Dari pembelajaran yang kami lakukan, ternyata tempe bisa dibuat dari biji-bijian seperti biji Karet, Nangka, dan kacang tanah. Kita buat produk dan berhasil,”kata Lion yang didampingi rekannya Yohana Jeliman dan Maria Belos.

Dijelaskan selain kacang kedelai ada bahan baku lain yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan tempe. Yang terpenting pembuatannya sesuai prosedur tekhnis yang sudah ada. Pembuatannya juga sangat mudah.

Tempe Hasil Kreasi Mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng Berbahan Baku Biji Karet,Biji Nangka dan Kacang Tanah

Dikatakan, bahan baku tempe dari biji-bijian ini menjadi pilihan lain bagi masyarakat, dalam berusaha atau mendapatkan pilihan lain konsumsi makanan bergizi, selain dari kedelai. Pembuatannya bisa dengan mudah dilakukan dengan mengikuti prosedur teknis yang ada.

Baca Juga :   Fraksi PKB DPRD Kabupaten Manggarai, Soroti Program Kampung KB

Dia menambahkan sebelumnya kreasi baru ini pernah mereka hasilkan. Pada bulan Juni lalu kata Dia sudah dilakukan sosialisasi di sekitar Kampung Rajong, Waso Kecamatan Langke Rembong. Materi sosialisasinya adalah tentang proses pembuatan tempe dari biji-bijian tersebut. Hasil yang sudah diperoleh juga langsung dijual kepada peserta yang hadir.

Menyoal biji Karet yang mengandung sianida, Mahasiswa Lionardo menjelaskan, untuk menghilangkan zat racun yang terkandung dalam biji karet tersebut dilakukan proses fermentasi. Sehingga ada sedikit perbedaan proses dengan pengolahan yang bahannya dari kacang tanah dan biji nangka.

Sementara anggota kelompok lain, Yohana Jeliman mengatakan, kreasi baru ini merupakan hasil buah pikiran mereka, tentang karya yang bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satunya tempe tetapi dengan bahan baku yang lain selain kacang kedelai.

“Kita pelajari, uji coba, dan buat produknya. Produk itu kita sendiri konsumsi dan tidak kalah juga rasa dan gizinya. Kami mau beri kontribusi nyata untuk masyarakat dengan menghasilkan tempe dari biji-bijian itu,”katanya.

News Feed