oleh

Gubernur NTT: Profesi Petani adalah Profesi Sentral dan Menentukan

-DAERAH-1.606 views

ALOR, SwaraNTT.Net – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), menanam padi secara simbolis di Sawah Petani Desa Tuleng, Kecamatan Lembur, Kabupaten Alor, Jumat (31/7/2020).

Turut hadir dalam kegiatan ini, para  staf khusus Gubernur NTT,  Ketua DPRD Kabupaten Alor dan Forkopimda Kabupaten Alor, para pimpinan instansi/dinas Provinsi NTT dan Kabupaten Alor, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, para petani.

Gubernur NTT, VBL mengatakan sektor pertanian sangat penting bagi kehidupan manusia. Kegiatan penanaman padi hari ini adalah sebuah kegiatan yang langsung menyentuh jantung kehidupan manusia.

Bicara tentang pertanian kata Gubernur NTT, berarti bicara tentang tanah, air, benih, pupuk dan sumber daya manusia, karena itu, perlu menyiapkan semuanya dengan baik. Khusus untuk pertanian memang perintah bapak presiden bahwa gubernur dan bupati harus menyiapkan dan memanfaatkan seluruh lahan pertanian baik yang sudah ada maupun dengan membuka lahan baru untuk kepentingan pangan.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menginginkan adanya peningkatan kualitas produksi padi melalui pendampingan pemerintah  kepada masyarakat untuk menanam  padi hibrida sehingga kualitas produksinya bisa tinggi, karena produktifitas padi hibrida jauh lebih banyak dari pada padi biasa. Lahan yang ada airnya harus sungguh-sungguh dikerjakan untuk menanam  padi hibrida untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Baca Juga: Wagub NTT Serahkan “Joni” Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Gubernur NTT, VBL memberikan apresiasi kepada Bupati Alor (Amon Djobo) karena memiliki semangat yang luar biasa membangun Alor supaya orang Alor Kenyang, Pintar dan Sehat. Kenyang, Pintar, Sehat itu sebuah diksi yang konkrit yang  adalah pilihan diksi konkrit dari orang pintar.

“Saya tidak takut memberikan bantuan, saya tidak takut mengeluarkan uang untuk memberdayakan masyarakat karena tugas gubernur menyiapkan anggaran untuk masyarakat kerja, yang saya takut adalah airnya banyak, tanahnya banyak, kerja tidak ada, itu saya takut. Tapi kalau semangat kerja seperti orang Alor begini, gubernur pasti satu kesatuan semangat untuk kita bersama-sama membangun masyarakat Alor,”  kata Viktor Bungtilu Laiskodat

VBL juga mengatakan, kita juga membuat sebuah langkah maju, penanaman padi 2 kali  setahun dilakukan di sini, ke depannya dibuat menjadi 3 kali setahun.

“Kita harus mulai tanam sehingga setiap daerah tidak mengalami krisis pangan, dipastikan setiap daerah ada jagung, singkong/ubi, beras untuk kebutuhan pangan masyarakat. Masyarakat diharapkan terus bersemangat menggerakkan seluruh kekuatan. Kalau bisa ada lahan baru, kita buka, tidak masalah. Kalau untuk pertanian pemerintah menyediakan anggarannya,” Jelas Gubernur NTT

Bupati Alor, Amon Djobo menyampaikan terimakasih atas kehadiran Gubernur NTT dan rombongan pada kesempatan ini,  tentu membawa berkat bagi masyarakat di tempat ini.

Baca Juga :   Laboratorium TCM, Pelayanan Radiologi dan Unit Pelayanan Perawatan Insentif di RSUD Komodo Telah Diresmikan

Lebih lanjut kata Bupati Alor, hamparan lahan sawah tetap kami kelola untuk mendukung kebutuhan pangan lokal masyarakat di Kabupaten Alor. Luas sawah yang ada di Paklay Barat Desa Tulleng adalah 100 hektar lebih dan yang sudah dikerjakan ada 50 hektar dengan jumlah kelompok tani ada  5 kelompok yaitu Kelompok Tani Tulba I, Permata, Sinar Tulleng, Suka Maju dan Kelompok Tani Tatang Tawasi.

 

Sipers Biro Humas & Protokol NTT

News Feed