oleh

Satgas Yonif 413 Bremoro Bantu Pemulangan 30 PMI dari Papua New Guinea

JAYAPURA, SwaraNTT.Net – Satgas Yonif MR 413/Bremoro turut membantu proses pemulangan 30 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Papua New Guinea (PNG) ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Jayapura.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413/Bremoro, Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han., dalam rilis tertulisnya di Muara Tami, Papua, Kamis (6/8/2020).

Dikatakan Dansatgas, proses pemulangan pada Rabu (5/8/2020) itu, merupakan tahap ketiga dari proses pemulangan secara keseluruhan jumlah PMI yang sampai saat ini masih berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby, PNG.

“Belum tiga Minggu di daerah penugasan ini, banyak hal baru yang kami dapatkan di sini. Selain menjaga perbatasan, kami juga senang dapat membantu proses pemulangan PMI dari Papua New Guinea,” katanya.

Dalam memberikan bantuan itu, Satgas Yonif MR 413/Bremoro bersinergi dengan berbagai instansi lainnya dari CIQS (Customs, Immigration, Quarantine and Security) di PLBN Skouw,  seperti BNPP, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina Kesehatan, dan Kepolisian.

“Kami siapkan pengamanan tertutup maupun terbuka, dan kami juga menyiapkan tenaga medis untuk membantu pihak Karantina Kesehatan, sehingga kita dapat bersinergi dalam melaksanakan tugas-tugas di perbatasan ini,” ucapnya.

Sementara itu, Yan Numberi selaku Kepala Administrator PLBN Skouw, menyampaikan pemulangan pekerja PMI ini tidak terlepas dari koordinasi melekat antara Instansi CIQS dengan KBRI yang berada di Port Moresby, Papua New Guinea.

Baca Juga :   Presiden Jokowi Kenalkan 7 Milenial sebagai Staf Khusus Baru

“Berbagai instansi di bawah CIQS PLBN ini memiliki fungsi dan tugas masing-masing, sehingga proses pemulangan PMI ini dilakukan secara resmi dengan berpedoman pada protokol Covid-19 yang berlaku,” ujar Yan Numberi.

Yan Numberi menambahkan bahwa alasan atas pemulangan PMI dari PNG dikarenakan sudah enam bulan mereka diberhentikan dari pekerjaannya akibat dampak pandemi Covid-19.

“Mereka tidak ada pekerjaan disana, sehingga mereka memutuskan untuk kembali ke Tanah Air untuk berkumpul dengan keluarga dan mencari pekerjaan barunya,” pungkasnya. (Dispenad)

News Feed