oleh

Ombudsman Perwakilan Provinsi NTT Hadiri Rapat Evaluasi Tarif Angkutan Kontainer di Kota Kupang

-DAERAH-519 views

Kupang, SwaraNTT.Net – Kepala Ombudsman perwakilan Provinsi NTT, Darius Beda Daton menghadiri rapat dalam rangka evaluasi angkutan Peti kemas/kontainer di Kota Kupang yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi NTT bertempat di Ruang rapat Dinas Perhubungan, pada Senin (21/02/2022).

Hadir dalam rapat tersebut diantaranya; Dinas perindustrian dan perdagangan, Biro Ekonomi dan Administrasi Pemerintahan, Balai pengelolah transportasi Darat Wilayah XIII Provinsi NTT, Balai Pelaksana Jalan Nasional dan PT Pelindo III Cabang Tenau Kupang.

Darius Beda Daton, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perhubungan NTT yang telah menyelenggarakan rapat tersebut, sebab masalah tersebut sudah lama dan belum kunjung diurus.

Ia mengatakan, sebagai pelayanan publik pihaknya beberapa kali menerima komplain dari pengguna jasa pelabuhan terkait mahalnya biaya pengiriman barang dari pelabuhan ke Gudang.

Intinya, lanjut dia, pengguna jasa mengeluhkan bahwa biaya peti kemas dari Surabaya ke pelabuhan Tenau Kupang dan pelabuhan lain di NTT hampir sama dengan ongkos angkut dari pelabuhan ke Gudang dalam kota.

Ia menegaskan, di kota Kupang, peti kemas 20 feet yang mengangkut barang 20 Ton dengan jarak tempuh 10 KM bertarif Rp 4 Juta.

Sementara, lanjut dia, di pulau Jawa dan Sulawesi biayanya jauh lebih murah, dari Semarang ke Jogyakarta dengan jarak tempuh 116 KM, lama perjalanan 5 Jam 37 Menit bertarif hanya Rp 2.450 Juta, dari Semarang ke Cirebon dengan jarak tempuh 238 KM, dengan lama waktu perjalanan 8 Jam 26 Menit bertarif Rp 3,8 Juta.

Baca Juga :   Ini Jumlah Formasi, Persyaratan Dan Jadwal Tes CPNS 2019 Pemda Manggarai

Sambung dia, dampaknya, terjadi disparitas harga barang yang tinggi, antara wilayah Barat dan Timur sehingga subsidi tol laut oleh Pemerintah melalui APBN setiap Tahun seolah tidak terasa menekan margin disparitas harga tersebut.

“Harga telur Ayam dan sembako tetap tinggi, lantas, dimana soalnya sehingga disparitas harga tersebut tidak mampu ditekan, apakah karena alasan klasik yang biasa terlontar yaitu soal supply and demand atau ada soal lain yang terjadi,” ungkapnya

Ia mengajak Pemprov NTT, agar persoalan tarif logistik dari pelabuhan ke Gudang, pembatasan distributor barang dengan alasan tertentu, kapasitas pelabuhan peti kemas mesti diurai bersama guna membantu Masyarakat kecil dari permainan harga barang yang bisa dilakukan sesuka hati dan kapan saja oleh segelintir Orang

Ia menjelaskan, tercatat dalam 3 Tahun terakhir dari Tahun 2019 – 2021, kelompok pengeluaran transportasi menyumbang angka tertinggi, salah satu aspeknya adalah tingginya biaya angkut barang menggunakan peti kemas dari pelabuhan Tenau Kupang ke Gudang dalam kota atau luar kota.

Ia berharap Pemerintah bekerja sama untuk melakukan Upaya dalam menyelesaikan persoalan ini, sehingga minimal bisa menekan harga barang.

Laporan: Ardy Leden

News Feed