oleh

Kasasi Ditolak, KPU Sebut Dalil Yang di Bangun Paket MISI Rapuh dan Tidak Berdasar

Manggarai Barat, SwaraNTT.Net-Permohonan Kasasi paket Misi di tingkat Mahkamah Agung(MA) akhirnya di tolak. Penolakan ini, dikarenakan permohonan yang di gunakan tim kuasa hukum paket Misi sangat tidak berdasar. Selain itu, dalil-dalil yang dibangun juga disebut rapuh.

Demikian berdasarkan pres rilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang di terima media ini pada selasa (10/11/2020).

Disampaikan bahwa, berdasarkan informasi yang di akses dari laman resmi Mahkamah Agung Republik Indonesia khusus pada link Informasi Perkara, menyatakan Permohonan Kasasi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat Tahun 2020 atas nama drh. Maria Geong, Ph.D-Sdr. Silverius Sukur, SP, dinyatakan DITOLAK oleh Makamah Agung Republik Indonesia, yang di keluarkan sejak Senin (9/11/2020)

Namun terhadap Putusan tersebut, KPU Kabupaten Manggarai Barat belum menerima informasi resmi dari Majelis Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Komisioner KPU, Krispianus Bheda Somerpes, saat dihubungi swaraNTT.Net, melalui pesan whatsApp mengatakan, informasi penolakan terhadap permohonan kasasi kuasa hukum paket Misi tersebut telah ia dapatkan juga dari  kuasa hukum KPU Mabar, Dr. Hendrik Jehaman, SH., MH, via telphone.

“Ya, kuasa hukum KPU sudah menyampaikan informasi itu ke KPU, dan dalam dua tiga hari ke depan akan sama-sama ke PT TUN Surabaya untuk menerima salinan putusannya,” Kata Krispianus.

Lebih lanjut kata dia, bahwa moment ini sangatlah penting, sehingga semua masyarakat Manggarai Barat dapat menyaksikan bersama-sama terkait jalannya proses pemilihan Bupati dan calon wakil bupati di kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ini.

“Ini moment penting untuk kita Manggarai Barat agar secara bersama memastikan demokrasi tetap menyala. Perbedaan pendapat diselesaikan secara elegan. Hasilnya kemudian diterima dengan jiwa besar. Toh ini tentang sebuah proses menjadi Manggarai Barat yang ideal,” ujarnya.

Terkait amar putusan MA, kata kris, KPU Kabupaten Manggarai Barat memandang itu tepat dan benar. Karena sebagai termohon KPU sudah melaksanakan tahapan sesuai dengan mekanisme dan tata cara yang ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Dia menyampaikan bahwa, hal itu sudah dibuktikan degan keputusan PT TUN sebelumnya.

Kasasi ke MA kata kris, justru menegaskan integritas KPU Kabupaten Manggarai Barat.

Karenanya terhadap keputusan tersebut, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Manggarai Barat menyampaikan hal-hal sebagai berikut bahwa:

Pertama, Keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia membuktikan sekaligus menegaskan bahwa Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Manggarai Barat telah melakukan seluruh tugas-tugasnya dengan baik, benar sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan dan seluruh peraturan yang mengaturnya dan dilaksanakan secara independen dan berintegritas.

Baca Juga :   LPPDM Gelar Demonstrasi, Ini Isi  Tuntutannya

Kedua, secara khusus menegaskan bahwa Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Manggarai Barat dalam menetapkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat sebagaimana tertuang dalam Keputusan Nomor 90/PL.02.3-Kpt/5315/KPU-Kab/IX/2020, tanggal 23 September 2020, sepanjang menyangkut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati atas nama Edistasius Endi, SE dan dr. Yulianus Weng, M.Kes, sebagaimana disangketakan oleh penggugat/pemohon telah dilaksanakan dengan benar sesuai dengan mekanisme, tata cara dan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan dan seluruh peraturan yang mengaturnya.

Ketiga, menegaskan pula bahwa permohonan kasasi pemohon dalam hal ini pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat Tahun 2020 atas nama drh. Maria Geong, Ph.D, dan Sdr. Silverius Sukur, SP, tidak berdasar hukum dan dalil-dalil yang dibangunnya rapuh. Sehingga sangat beralasan jika dalam Kontra Memori Kasasi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Manggarai Barat sebagai termohon melalui kuasa hukumnya, Dr. Hendrik Jehaman, SH., MH, dan Jhon S.E. Panggabean, SH., MH, mengajukan permohonan kepada Majelis Hakim Mahkamah Agung RI untuk menolak atau setidak-tidaknya menyatakan tidak menerima permohonan kasasi Para Pemohon Kasasi/Para Penggugat seluruhnya serta menguatkan Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya Nomor: 4/G.PILKADA/2020/PT.TUN.SBY. tertanggal 19 Oktober 2020 DAPAT DITERIMA oleh Majelis Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Keempat, karena keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia bersifat final dan mengikat, maka Komosi Pemilihan Umum Kabupaten Manggarai Barat mengajak agar keputusan Mahkamah Agung RI dapat diterima dengan jiwa besar oleh para pihak, baik oleh KPU Kabupaten Manggarai Barat sendiri sebagai termohon/tergugat, pihak terkait, maupun lebih-lebih oleh pemohon/penggugat yakni pasangan calon peserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat Tahun 2020 atas nama drh. Maria Geong, Ph.D, Sdr. Silverius Sukur, SP.

Kelima, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Manggarai Barat mengucapkan terimakasih kepada publik Manggarai Barat yang dengan caranya masing-masing telah mengawal proses pemilihan ini dengan baik, khususnya dalam tahapan dan proses sengketa pemilihan sejak 6 Oktober 2020 sampai 9 November 2020. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Manggarai Barat juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para kuasa hukum: Dr. Hendrik Jehaman, SH., MH, dan Jhon S.E. Panggabean, SH., MH, beserta tim yang telah menjadi bagian penting dalam proses ini sampai dengan tahap akhir.

Laporan : Volta

News Feed