oleh

Desa Wetana, Kabupaten Sumba Barat Gelar Musrenbang

Waikabubak,SwaraNTT.Net – Pemerintah Desa Wetana, Kecamatan Laboya Barat Sumba Barat, menggelar Musrenbang Desa dengan Aparat Desa, Tokoh masyarakat,  yang berlangsung di kantor Desa Wetana, Selasa (01-10-2019).

Pantauan SwaraNTT.net dilokasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) ini diikuti oleh perwakilan dari masing-masing dusun dan dihadiri perwakilan dari Kecamatan Camat Laboya barat, Babinsa laboya barat, Kasubsektor polisi laboya barat, Kasie Pem laboya barat, Dinas PMD Sumba Barat, BPD Wetaba, LPM dan Para Kepsek SD, SMP serta Dusun dan RT RW Desa Wetana, Pendamping lokal desa.

Kades Wetena Petrus Uma mengatakan Musrenbang merupakan salah satu rangkaian dari penyusunan RPJM Desa. RPJM Desa merupakan dokumen perencanaan untuk periode 5 tahun yang memuat arah kebijakan pembangunan desa, arah kebijakan keuangan desa, kebijakan umum dan program

Tahap penyusunan RPJM Desa ini kata Kades Petrus dimulai dari tingkat dusun yaitu musyawarah dusun (Musdus), kemudian berlanjut ke lokakarya desa, musrenbang desa, musrenbang kecamatan, dan musrenbang tingkat kabupaten. Di tingkat musyawarah dusun inilah jelas Dia masalah-masalah yang dirasakan masyarakat dipecahkan secara bersama dengan menggali potensi yang ada.

Dalam menggali masalah dan potensi ini digunakan sketsa dusun, diagram kelembagaan, dan kalender musim. Kemudian aspirasi dari Musdus ini dibawa ke lokakarya desa. Dalam lokakarya, dilakukan pengelompokkan berdasarkan bidang, yaitu bidang fisik dan prasarana, bidang ekonomi, dan bidang sosial budaya. Barulah dalam musrenbang dilakukan perangkingan berdasarkan beberapa kriteria yang sudah ditentukan.

Baca Juga :   Reok Barat FC Siap Menangkan Pertandingan Lawan Cibal
Peserta Musrenbang Desa Wetana, Kabupaten Sumba Barat (Foto:Melki)

Kepala Desa Wetana  berharap sejumlah program prioritas yang diusulkan melalui musrenbang dapat di jawab oleh Pemda Sumba Barat, baik infrastruktur  jalan, listrik, air bersih, penyelesaian perbatasan, Pendidikan, kesehatan,dan perhatian pemda terkait tanah pinggir pantai yang sudah dijual tapi tidak dibangun hotel, dan pariwisata kampung adat garo.

Dengan luas wilayah desa wetana 17.479 km²,dengan jumlah kepala keluarga 710 kk, sehingga desa wetana layak dimekarkan menjadi 3 Desa.

Kades juga menyinggung pengelolaan dana desa dalam bentuk Bumdes yang didirikan oleh pemerintah dan masyarakat Desa Wetana dalam mendorong ekonomi di desa.

“Penyusunan RPJM Desa partisipatif ini perlu, dengan tujuan untuk mewujudkan pembangunan desa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta dengan melibatkan masyarakat tentunya menghadirkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap program pembangunan di desa dan mendorong masyarakat berperan dalam pembangunan desa” katanya.

Dari proses perangkingan ada beberapa prioritas pembangunan Desa Pancana untuk 5 tahun mendatang. Hasil perangkingan di bidang fisik dan prasarana, yang menjadi prioritas adalah pembangunan jalan yang menghubungkan Dusun dengan Dusun.

Penulis :MPH

Komentar

News Feed