oleh

Aksi Damai FORMAPP Sebut Kepala BTNK Mabar Boneka

-DAERAH-405 views

Manggarai Barat, SwaraNTT.Net – Selain menemui Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, aksi damai Forum Masyarakat Peduli dan Penyelamat Pariwisata (FORMAPP) Manggarai Barat di Labuan Bajo,  mengakhiri orasinya di kantor Badan Taman Nasional Komodo ( BTNK ) Manggarai Barat, NTT, Kamis (6/8/2020).

Di depan kantor BTNK Ketua FORMAPP Mabar, Aloysius Suhartim Karya, meminta kepala Kantor Badan Taman Nasional Komodo (BTNK) Lukita Awang Nistyantara, menuliskan tanggapannya di atas surat Pernyataan sikap FORMAPP, terkait tuntutannya untuk menghentikan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana atau geoprak di Loh Buaya, Pulau Rinca.

Baca Juga: Tolak Pembangunan Sarpras di Pulau Rinca, FORMAPP Lakukan Aksi Damai di Kantor DPRD Mabar

Lukita Awang, yang dikawal ketat oleh pihak keamanan di pintu gerbang kantor tersebut, saat menanggapi permintaan itu.

“Pertama-pertama terimakasih atas kehadiran rekan-rekan sekalian, kami mengapresiasi aspirasi yang diberikan. Berkali-kali kami sampaikan adalah, unit pelaksana tidak akan tanda tangan disini, kalau saya diperintah oleh menteri atau jenderal, saya bisa. Sepanjang itu tidak ada perintah saya tidak bisa,” Ucapnya.

Namun kata dia, segala bentuk aspirasi yang disampaikan itu, akan disampaikannya ke Pusat.

Mendengar jawaban itu, sontak membuat massa FORMAPP ribut dan berkali-kali ketua FORMAPP meminta, mendesak Kepala BTNK menuliskan tanggapannya di atas kertas yang disediakan. Namun tidak juga diindahkan oleh kepala BTNK, Lukita Awang Nistyantara.

Baca Juga :   PD VIII FKPPI Lampung Gelar Bimtek E-KTA Untuk Seluruh Cabang

Salah seorang pegawai BTNK yang ikut mendampingi Kepala kantor BTNK, Urbanus, menerangkan kepada seluruh massa aksi bahwa, permintaan untuk menuliskan pernyataan tersebut tidak akan mungkin dilakukan.

“Saya pikir Beliau sudah menjelaskan batas kewenangan beliau, jadi tidak bisa dipaksakan,” katanya.

Keadaan semakin memanas ketika kepala BTNK meninggalkan Kerumunan massa dan tidak mengindahkan permintaan peserta aksi.

Atas situasi itu, ketua FORMAPP Mabar mengecam tindakan ketua BTNK yang menurutnya tidak beretika itu.

Ratusan massa aksi menyebut, kepala BTNK adalah boneka dari kaum kapitalis, bahkan mengancam Kantor BTNK itu disegel karena menurut Aloysius, tidak bermaanfaat dan tidak bekerja untuk rakyat setempat.

 

Laporan : Volta

News Feed