Kita membangun itu lalu terinspirasi dari sebuah konsep sawah yang ada di Manggarai. Lingko dan kami pinjam, kami pinjam kata lingko itu untuk menggambarkan transportasi umum sebagai sebuah sistim yang mempersatukan satu sama lain. Sebuah sistim yang ada ikatan kekerabatan. Kami adopsi itu dan terima kasih. Di Manggarai telah mebuat inovasi yang sekarang kita adopsi ke tingkat nasional, mudah-mudahan bisa kita promosikan lebih jauh lagi,” jelas Anis.
Trasportasi umum itu katanya bukan sekedar memindahkan badan dari satu tempat ke tempat yang lain tetapi transportasi umum adalah ruang interaksi antar warga. Transportasi umum membuat semua orang stara.
“Saya berharap kita semua terus berkontribusi bagi Jakarta. Tunjukan kepada semua hadirnya masyarakat Manggarai di Jakarta mewarnai ibu kota dan buat masarakat Manggari di Manggarai bangga masyarakatnya yang ada di ibu kota,” harap Anis.
Anis juga mengingatkan bahwa meskipun sudah tinggal di Jakarta, jangan pernah lupa akan tanah kelahiran kita, jangan pernah tinggalkan tanah lahir kita.
“Karena itu, di Jakarta pun kami tidak ingin menutup diri tidak ada lagi ada oprasi yustisia di Jakarta. Kenapa karena Jakarta adalah milih semua warga Indonesia, bukan milik sebagian orang,” ungkapnya.
“Kita berharap nantinya kerja bersama kita lebih intensif. Saya dengar tadi teman-teman yang punya ide, gagasan berkabarlah kami dengan senang hati nanti bertemu dan kita dorong dan siap fasilitasi masyarakat Manggarai di ibu kota,” tutup Anis
Gubernur Anies turut memperagakan tarian caci dengan mencabuk salah satu pemain caci.
Kemudian dilanjutkan degan sesi pose bersama antara Gubernur Anies, Uskup Bogor dengan para panitia.
Sumber: www.matakatolik.com
![]()

Komentar