Dihadapan Bupati Deno, Agus sapaan akrab pria asal Desa Benteng Poco itu menegaskan pilihan dirinya beserta yang lain untuk pulang kampung bukan karena sudah positif terkena virus asal Wuhan itu, tetapi karena kehilangan lapangan kerja
“saya dengan yang lain pulang kampung bukan karena kami sudah positif kena Virus Corona, tetapi karena sudah kehilangan lapangan kerja akibat corona” tambahnya
Dia mengisahkan selama di Bali dirinya bekerja sebagai pelaku pariwisata, namun semenjak merebaknya virus corona terpaksa dia bersama dengan istri dan anaknya terpaksa memilih untuk pulang kampung daripada menjadi korban kematian akibat kelaparan
“saya sudah di PHK, Kalau saya bertahan kami makan apa, saya tidak mau istri dan anak saya menjadi korban kematian akibat kelaparan’’ tutupnya
Diketahui total pelaku perjalanan di Kecamatan Wae Ri’i hingga saat ini sebanyak 427 orang yang tersebar di 17 Desa.
Marselinus Berahi selaku Camat di Wae Ri’i mengatakan 427 pelaku perjalanan tersebut sebagian besar telah menjalankan masa isolasi mandiri namun tetap dibawa pemantauan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Virus Corona
“saat ini total pelaku perjalanan di kecamatan Wae Ri’i sebanayak 427 dan mereka tersebar di 17 Desa, Mereka sebagian besar telah menjalankan masa isolasi mandiri, namun tetap dipantau secara berkala oleh gugus tugas yang dibantu oleh petugas kesehatan” kata Marselinus
427 pemudik itu tambah dia sejak menjalankan masa diisolasi hingga selesai belum ada yang muncul gejala klinis seperti batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan dan lain sebagainya
“sejak mereka menjalankan masa isolasi mandiri sampai selesai, tidak ada satupun yang mengeluh sakit seperti batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan dan lain sebagainya”tutupnya
Herry Salus
![]()

Komentar