Sementara itu, Bupati Hery Nabit dijadwalkan menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat atas komitmennya menjaga warisan budaya Manggarai melalui program Revitalisasi Mbaru Gendang yang mulai dilaksanakan sejak tahun 2025.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kesenian, Kebudayaan, dan Tradisi (KKT) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Armin Bell, menjelaskan bahwa capaian Felix Edon dan Bupati Manggarai merupakan bagian dari sejumlah pencapaian penting Kabupaten Manggarai di bidang kebudayaan dalam beberapa tahun terakhir.
“Sebelum Pa Felix Edon kami usulkan untuk mendapat anugerah pada tahun ini, alat musik Cakatinding telah ditetapkan oleh Kemendikbud sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada tahun 2022 silam. Pada tahun 2025, kami juga mengusulkan makanan tradisional Sombu, dan akhirnya ditetapkan sebagai WBTB oleh Kementerian Kebudayaan. Kemudian Bapa Bupati juga akan mendapat Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat untuk revitalisasi Mbaru Gendang. Semoga semakin menguatkan niat kita bersama untuk terus melestarikan kebudayaan,” paparnya, saat audiensi Felix Edon bersama anggota Sanggar Wela Rana dengan Bupati Manggarai di ruang kerja bupati, Rabu, 14/01/2026.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Felix Edon atas kesetiaannya menjaga musik tradisional Manggarai hingga mendapat pengakuan di tingkat nasional.
“Terima kasih dan hormat atas kerja keras itu. Musik tradisional mungkin bukan musik yang digemari secara populer, tetapi Pa Felix setia menjaganya sampai akhirnya mendapat Anugerah Kebudayaan,” ungkap Bupati Hery Nabit.
Sementara Felix Edon dalam audiensi itu menyampaikan laporan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai terkait Anugerah Kebudayaan RI yang diterimanya.
Felix Edon juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang telah mengusulkan namanya ke Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
“Dalam piagam memang tertulis nama Felix Edon, tetapi semua ini bisa terjadi karena dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai. Karena itu kami datang menyampaikan terima kasih, sekaligus mengharapkan arahan pemerintah agar upaya pelestarian musik tradisional dan kebudayaan di daerah ini terus berjalan,” ujar Felix Edon.
Bupati Hery Nabit menegaskan bahwa penghargaan yang diraih Felix Edon tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan sanggar, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Manggarai.
“Kita ini hidup dalam budaya. Orang Manggarai selalu menari dan menyanyi, dan syaratnya harus ada musik. Di situlah Pa Felix hadir dan menghidupkan musik tradisional. Kita berada di jalur yang sama untuk menjaga kebudayaan Manggarai,” jelasnya.
Bupati Manggarai juga mengapresiasi peran Sanggar Wela Rana yang melibatkan pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, serta kelompok difabel dalam kegiatan kesenian.
“Kalau ini dikerjakan dengan sungguh-sungguh, ini bisa menjadi kekuatan besar dalam memajukan kebudayaan. Pa Felix sudah memulainya, dan itu sangat baik,” tambah Bupati Hery Nabit.
Menutup audiensi tersebut, Bupati Manggarai meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan agar terus mendorong pengembangan dan pelestarian berbagai bentuk kesenian dan tradisi lokal secara berkelanjutan.
“Kalau tahun ini musik, ke depan bisa seni tari, pegiat caci, dan bentuk kesenian lainnya. Para seniman harus dibantu agar bisa menyiapkan arsip karyanya dengan baik sehingga kebudayaan Manggarai tetap hidup dan berkembang,” tegas Bupati Hery Nabit.***
