Bupati Hery Nabit Resmikan Tiga Rumah Adat di Ruteng Pu’u

“Kita percaya bahwa dengan kolaborasi yang baik, budaya Manggarai akan terus lestari hingga generasi mendatang,” ujarnya optimis.

Bupati juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya sebagai prioritas pembangunan di Manggarai, mengingat rumah adat bukan hanya sekadar bangunan fisik, melainkan juga simbol harga diri, harkat, dan martabat masyarakat. Beliau berharap, ke depan, rumah gendang yang belum terbangun juga dapat segera terwujud.

Lebih lanjut, Bupati Nabit menyampaikan harapannya agar kerjasama dengan Yayasan Tirto Utomo dan Yayasan Uma Nusantara tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga berlanjut pada pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam menata Ruteng Pu’u sebagai destinasi wisata unggulan di Manggarai.

Sementara itu, Yori Antar, perwakilan dari Yayasan Tirto Utomo dan Yayasan Uma Nusantara, menyampaikan kekagumannya terhadap kokohnya tradisi dan budaya di Ruteng Pu’u di tengah arus modernisasi. Beliau menegaskan komitmen yayasannya untuk terus mendukung pelestarian budaya di berbagai daerah, termasuk Manggarai.

“Tradisi dan budaya adalah fondasi yang akan membimbing kita ke masa depan. Dengan menjaga adat, maka tradisi akan menjaga kita semua,” tuturnya. Yori Antar juga mengungkapkan kegembiraannya atas rencana pembangunan lima rumah adat lagi di Ruteng Pu’u.

Salah seorang tua adat Ruteng Pu’u menyampaikan rasa syukur dan kegembiraan masyarakat atas bantuan pembangunan tiga rumah adat ini.

Peresmian ini diharapkan dapat semakin memperkuat daya tarik Kampung Adat Ruteng Pu’u sebagai destinasi wisata budaya yang otentik dan berkesan bagi para pengunjung. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen untuk menjadikan kekayaan budaya sebagai aset penting dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Manggarai.