Dalam kunjungannya, Bupati Hery Nabit menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim Basarnas serta seluruh unsur terkait yang telah bekerja keras melakukan pencarian korban selama tujuh hari terakhir.
“Segala upaya yang telah dilakukan oleh tim Basarnas sejauh ini sudah berjalan dengan lancar. Saya menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras seluruh tim yang terlibat,” ujarnya.
Meski demikian, Bupati Hery Nabit menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai tidak akan berhenti melakukan pemantauan, meskipun masa operasi pencarian Basarnas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) telah memasuki hari ketujuh dan dinyatakan ditutup secara administratif.
“Pemkab Manggarai bersama keluarga akan terus melakukan pemantauan di sekitar Tiwu Pai. Saya tidak ingin ada warga yang hilang begitu saja tanpa kejelasan. Kita akan terus berusaha melakukan pemantauan di sini,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hery Nabit juga menyempatkan diri menemui dan memberikan penguatan kepada orang tua korban, yang hingga kini masih setia menunggu di lokasi dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Sementara perwakilan Basarnas Labuan Bajo, Yudha, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Polair, Polsek Reo, serta Danramil Reo sejak menerima laporan kejadian.
Operasi pencarian secara intensif dilakukan mulai hari kedua setelah kejadian.
Namun hingga hari ketujuh, keberadaan korban belum berhasil ditemukan. Sesuai SOP, Basarnas kemudian menutup operasi pencarian secara resmi.
“Secara administratif operasi pencarian kami tutup. Namun kami tetap berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Jika di hari-hari berikutnya korban ditemukan dan mengalami kesulitan dalam proses evakuasi, Basarnas siap hadir kembali untuk membantu,” jelas Yudha.
Pemantauan lanjutan oleh pemerintah daerah dan keluarga korban diharapkan dapat memberikan kejelasan serta menjadi bentuk ikhtiar bersama dalam menghadapi musibah tersebut.***
