Felix Edon Raih Anugerah Kebudayaan RI, Bupati Manggarai: Ini Kebanggaan Seluruh Masyarakat

Apresiasi itu disampaikan Bupati Hery Nabit saat menerima kunjungan Felix Edon bersama anggota Sanggar Wela Rana binaannya di ruang kerja Bupati Manggarai, Rabu, 14/01/2026.

“Terima kasih dan hormat atas kerja keras itu. Musik tradisional mungkin bukan musik yang digemari secara populer, tetapi Pa Felix setia menjaganya sampai akhirnya mendapat Anugerah Kebudayaan,” ungkap Bupati Hery Nabit.

Dalam pertemuan tersebut, Felix Edon secara resmi menyampaikan laporan kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai terkait Anugerah Kebudayaan RI yang diterimanya dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

“Dalam piagam memang tertulis nama Felix Edon, tetapi semua ini bisa terjadi karena dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang telah mengusulkan kami ke Kementerian Kebudayaan RI,” ujar Felix Edon.

Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah sekaligus berharap arahan dan kerja sama berkelanjutan dalam upaya pelestarian musik tradisional dan kebudayaan Manggarai secara umum.

“Kami berharap tetap mendapat arahan dari pemerintah agar upaya pelestarian musik tradisional dan kebudayaan di daerah ini bisa terus berlanjut,” tambah musisi yang telah melahirkan banyak karya lagu Pop Manggarai sejak tahun 1989 tersebut.

Menanggapi hal itu, Bupati Hery Nabit menegaskan bahwa penghargaan yang diraih Felix Edon tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi atau Sanggar Wela Rana, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Manggarai.

“Penghargaan ini adalah dorongan tambahan. Alasan utama Pa Felix berkarya adalah dorongan hati. Kita ini hidup dalam budaya. Orang Manggarai selalu menari dan menyanyi, dan syaratnya harus ada musik. Di situlah Pa Felix hadir dan menghidupkan musik tradisional ini,” ungkapnya.

Bupati Hery Nabit juga menyebut bahwa upaya pelestarian budaya yang dilakukan Felix Edon sejalan dengan orientasi Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam menjaga warisan budaya daerah.

“Kita ada di jalur yang sama. Orientasi pemerintah adalah mempertahankan dan melestarikan budaya Manggarai. Kalau niatnya sudah sama, kita bisa bekerja sama lebih banyak dan lebih kuat ke depan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Manggarai turut mengapresiasi aktivitas kesenian Sanggar Wela Rana yang melibatkan pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, serta kelompok difabel.

“Kalau dikerjakan dengan sungguh-sungguh, ini bisa menjadi kekuatan besar dalam memajukan kebudayaan. Banyak pihak memiliki perhatian pada perempuan, anak, dan teman-teman difabel. Pa Felix sudah memulainya, dan itu sangat baik,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kesenian, Kebudayaan, dan Tradisi (KKT) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Armin Bell, menjelaskan bahwa Anugerah Kebudayaan RI yang diterima Felix Edon merupakan bagian dari sejumlah capaian penting di bidang kebudayaan Manggarai.

“Alat musik Cakatinding telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kemendikbud pada tahun 2022. Pada tahun 2025, makanan tradisional Sombu juga ditetapkan sebagai WBTB. Selain itu, Bapa Bupati Manggarai akan menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat atas program revitalisasi Mbaru Gendang,” paparnya.

Menutup audiensi tersebut, Bupati Manggarai meminta agar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terus mendorong pengembangan dan pelestarian berbagai bentuk kesenian lokal.

“Kalau tahun ini musik, ke depan bisa seni tari, pegiat caci, dan bentuk kesenian lainnya. Para seniman harus dibantu menyiapkan arsip karyanya dengan baik agar semakin bersemangat dalam berkarya,” tegas Bupati Hery Nabit.***