Dalam laporan itu, korban Andreas Jehatu yang masih Balita itu mengalami luka robek pada wajah yaitu dahi dan pelipis, pada bagian kepala, paha kiri dan lengan kiri.
Sejumlah tindakan medis sudah dilakukan, termasuk suntikan vaksin antirabies (VAR) jenis RABIVAX-S.
Balita Andreas Jehatu digigit oleh anjing yang diduga HPR itu saat berada di luar rumahnya.
Masih dalam laporan tersebut, korban digigit diserang tiba-tiba, tanpa diganggunya. Anjing yang diduga HPR tersebut merupakan anjing liar.
Menurut Kadis Kesehatan Kabupaten Manggarai Jefrin Haryanto, korban gigitan anjing yang diduga HPR tersebut dibawah ke Puskesmas Borong karena Puskesmas tersebut ada ketersediaan SAR.
“Kita (Dinkes Manggarai dan Manggarai Timur) memang selalu bekerjasama dalam hal penanganan penanganan gigitan HPR, termasuk saling membantu ketika stok SAR berkurang atau terbatas,” ungkap Jefrin Haryanto.
Dilaporkan juga, warga telah mengeliminasi HPR yang menggigit korban beberapa saat setelah kejadian.***
![]()
