Terkait kegiatan Pembinaan Keluarga Balita dan Ibu Hamil Dalam Pencegahan Stunting di Kelurahan Mojo, Purwanti mengatakan, tujuan pembinaan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya mengurangi stunting.
“Kegiatan hari ini merupakan program kita. Kolaborasi yg sangat luar biasa sehingga Kelurahan Mojo mewakili Jawa Tengah dalam Lomba Bangga Kencana Tingkat Nasional. Namun stunting harus tetap menjadi perhatian utama,” tandasnya.
Perlu diketahui selama 2020, Kota Surakarta sudah mengalami kemajuan dan memenuhi target terkait data Keluarga Berencana. Di antaranya, capaian KB yang sudah 66,21% dan angka Fertility Rate1,8 %, padahal pemerintah pusat baru menargetkan angka 2,1% pada 2021 ini.
Angka yang diperoleh melebihi target yang dipatok pusat sebesar 2,1 %. Pemkot di bawah bimbingan Ketua PKK bertekad mempertahankan dan meningkatkan kualitasnya tahun ini.
“Harus terus berlanjut, mulai dari genre (generasi remaja). Supaya angka kepadatan penduduk di Surakarta ini bisa dikendalikan, masyarakat semakin sadar, bahwa dua anak lebih sehat dan lebih baik. Juga tentunya agar terbentuk keluarga yang berkualitas dan sejahtera,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Ary Dwi Daryatmo, menanggapi warga PKK Kelurahan Mojo yang maju tingkat nasional untuk Lomba PKK Bangga Kencana, “Kelurahan Mojo saat ini menjadi prioritas pembangunan fisik di Kota Surakarta,” ungkapnya.
Usai memberikan pembinaan dan pengarahan, Selvi Ananda meninjau hasil kerja program Tim PKK Kelurahan Mojo. Kegiatan pembinaan dihadiri unsur PKK Kota Surakarta, PKK setempat, jajaran perangkat daerah terkait dan 26 ibu hamil.
Pada kesempatan tersebut juga turut diberikan bantuan paket tambahan makanan bagi ibu hamil kurang mampu dan balita.
![]()
