Pilkada November 2024 ini, kata dia, merupakan agenda bersama nasional. Tugas partai politik adalah menyukseskan agenda nasional itu karena hal tersebut merupakan satu rangkaian proses konsoliasi demokrasi.
“Kita ingin proses politik yang kompetitif tidak berkepanjangan. Makanya setelah kami dinyatakan kalah oleh MK di Pilpres yang lalu, saya tidak ingin berlama-lama, langsung melakukan konsolidasi Pilkada”, ujar bekas Cawapres Anies Baswedan ini.
Lebih lanjut terkait kriteri calon kepala daerah yang diusung PKB, Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan bahwa partainya bakal lebih mengedepankan kepentingan rakyat di daerah agar desentralisasi dapat tercipta lagi di Indonesia.
Sebab, belakangan ini Indonesia dinilai cenderung sentralistik. PKB menginginkan para calon kepala daerah betul-betul siap jadi pimpinan otonomi daerah.
“Kita kembali pada spirit reformasi 1998 sehingga kita bisa mempercepat kemajuan dan kemakmuran rakyat, itu visi kami,” ujar dia.
Cak Imin pun menyebut calon kepala daerah yang akan diusung oleh PKB tak harus kader. Non kader juga berpeluang untuk diusung.
Para calon kepala daerah, sambung Cak Imin, pada intinya memenuhi tiga kriteria yakni mempunyai elektabilitas, kapasitas, dan visi yang mumpuni.
“Tidak harus kader. Siapa pun boleh calon sejauh memenuhi kriteria. Intinya kita ingin menang dan sukses,” tegasnya.
