oleh

Jelang Natal dan Tahun Baru Badan POM Mabar Temukan Produk Kadaluwarsa di Toko

Manggarai Barat, SwaraNTT.Net – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Manggarai Barat, menggelar operasi pengawasan barang makanan yang di jual pada setiap toko di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Senin (07/12/2020).

Kegiatan ini di lakukan dalam rangka untuk memastikan seluruh barang-barang yang di jual pada seluruh toko di kota pariwisata itu layak untuk dikonsumsi.

Kepala Loka POM Kabupaten Manggarai Barat, Nuryadin kepada SwarNTT.Net, mengatakan bahwa kegiatan itu dilakukan berdasarkan instruksi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia(RI) yang akan di laksanakan hingga bulan Januari 2021.

Kata Yadin, operasi yang dilakukan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun dalam rangka Natal dan Tahun Baru.

“Kegiatan tadi sesuai instruksi kepala Badan POM yaitu dalam rangka pengawasan Intensifikasi pangan menjelang Natal dan Tahun Baru,” Ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa, Kegiatan itu dilakukan bersama beberapa stakeholder terkait di Kabupaten Manggarai Barat, yakni Dinas kesehatan, dinas Perindagkop dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dinas PMPTSP).

“Operasi bersama melibatkan stakeholder dari Polres, Satpol-PP, Dinas kesehatan, dinas Perindagkop, Dinas PMPTSP dan yang menjadi leading Sektor adalah Kantor Badan POM Kabupaten Manggarai Barat,” Ujarnya.

Dari hasil operasi bersama itu,kata dia,Badan POM Kabupaten Mabar berhasil menyita sejumlah barang yang sudah expired namun masih terpajang di beberapa toko dan gudang penyimpanan barang.

Baca Juga :   Bantu Petani di Desa Siru, BNI Labuan Bajo Berikan Pinjaman KUR

“Operasi bersama kami lakukan di Toko Murah, CV. Sunrise,Toko Mika dan Toko Murah TPI, dan ditemukan produk pangan kadaluwarsa yang masih bercampur dengan produk lainnya. Adapun produk kadaluarsa yang ditemukan adalah, ratusan minuman berkarbonasi, Puluhan karton Minyak Goreng kemasan dan ribuan minuman ringan sari buah dengan merk Nasional,” Terangnya.

Terhadap pemilik gudang penyimpanan dan toko tersebut, kata Yadin, akan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku dengan di lakukan pembinaan, peringatan, bahkan Penghentian Sementara Kegiatan.

“Tapi apabila ada unsur tindak pidana, kami bisa naikkan ke tingkat Pro-justitia, karena di BPOM terdapat PPNS yang dapat melakukan proses penyidikan, terkait pelanggaran di bidang Pangan, hal ini melanggar Undang-undang No 18 tahun 2012 tentang Pangan,” Kata Yadin.

Yadin menyampaikan terhadap sejumlah barang expired yang telah di sita tersebut selanjutnya akan di lakukan pemusnahan.

Laporan : Volta

News Feed