Program tersebut jelasnya berdasarkan kriteria usulan ruas jalan sesuai Inpres nomor 3 tahun 2023, dimana mendukung produktivitas kawasan industri, kawasan pariwisata, kawasan pertanian serta kawasan produktif lainnya.
Selain itu kata Kabid Epit, ruas jalan tersebut mendukung konektivitas jalan jalur Provinsi, serta masuk dalam daftar usulan DAK Krisna tahun 2022.
Inpres jalan daerah, kata Kabid Epit, adalah program terbaru Pemerintahan Jokowi yang memberikan bantuan dana kepada kabupaten-kabupaten berpotensi membangun infrastruktur jalan kabupaten untuk membuka akses yang lebih lancar untuk kepentingan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Terkait waktu pelaksanaan kegiatan, “pada bulan Apri sampai pertengahan Juni proses tender. Semua proses ini melalui BPJN Provinsi NTT”.
Ia juga menjelaskan secara nasional, kemantapan jalan kabupaten persentasenya berapa pada angka 54 persen seluruh Indonesia.
“Targetnya pak Jokowi, sebelum masa jabatannya berakhir, minimal posisi kemantapan jalan seluruh kabupaten di Indonesia ada pada posisi 64 persen,” sebut Kabid Epit.
Untuk data kemantapan jalan di kabupaten Manggarai, berdasarkan hasil survey data base tahun 2022, jelas Kabid Epit, saat ini berada pada angka 55 persen.
Kendati demikian, kata dia, “program tersebut merupakan kebijakan dari pemerintah pusat, setiap daerah hanya mengusulkan saja”.
![]()
