Pencapaian ini menunjukkan efektivitas pelaksanaan program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di wilayah Manggarai Raya dan Kabupaten Ngada.
Akhmad menyampaikan realisasi APBN tahun 2025 meningkat 0,74% dibanding tahun sebelumnya. Namun, belanja K/L turun 3,31% akibat pagu blokir sebesar Rp81,40 miliar yang menghambat pengadaan barang/jasa. Meski begitu, pertumbuhan ekonomi regional Manggarai Raya dan Ngada tetap stabil.
“Sampai dengan November 2025, pagu blokir masih sebesar Rp81,40 miliar atau 9,35% dari alokasi dana,” ujar Akhmad.
Menurut Akhmad, meski ada pagu yang diblokir blokir, namun pertumbuhan ekonomi regional Manggarai Raya dan Ngada tetap solid. Data BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2025 di semua kabupaten berkisar antara 4,53% hingga 8,02%.
Ia menambahkan, untuk menjaga daya beli masyarakat tetap stabil, pemerintah terus menggelontorkan berbagai program perlindungan sosial.
“Sampai dengan 26 November 2025, pemerintah telah menyalurkan Bantuan Sosial Yatim Piatu sebesar Rp3,13 miliar dan Program Keluarga Harapan sebesar Rp238,45 miliar,” ungkapnya.
Bantuan ini, lanjut Akhmad, menjadi instrumen penting dalam menjaga konsumsi masyarakat agar tetap tinggi, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi regional di tengah berbagai tantangan fiskal.
Hingga 26 November 2025, pemerintah juga telah menyalurkan berbagai bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi, antara lain Bansos Yatim Piatu, PKH, BPNT, BLT Dana Desa, serta program padat karya. Total anggaran bantuan mencapai ratusan miliar rupiah.
Selain itu, dukungan bagi UMKM juga disalurkan melalui pembiayaan UMi sebesar Rp89,41 miliar untuk 17.507 debitur dan KUR sebesar Rp501,84 miliar untuk 13.199 debitur.
Program ini diharapkan mendorong produksi, mengurangi pengangguran, dan memperkuat perekonomian daerah.***
