“Dan dalam proses itu, kita akan mampu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan untuk mengurangi kemiskinan, memberikan kesejahteraan kepada rakyat, dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8% seperti yang ditargetkan Presiden (Prabowo Subianto),” jelas Darmawan dalam acara Electricity Connect 2024, di JCC, Rabu (20/11/2024).
Darmawan memastikan pihaknya akan terus berupaya mencapai target tersebut. Salah satunya, yakni dengan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Dan kita memiliki keyakinan yang kuat, apapun tantangan yang ada di depan, kita akan terus bergerak maju untuk menyelesaikan misi,” tambahnya.
Darmawan menyebutkan bahwa pemerintah bisa membangun rencana yang sudah disimulasikan tersebut untuk bisa memfasilitasi rencana tambahan bauran energi baru terbarukan di Indonesia secara masif.
“Nah dengan adanya perancangan dan pembangunan transmisi ini, maka pemerintah Indonesia bisa memfasilitasi pembangunan energi baru terbarukan secara masif,” tandasnya.
Pengembangan infrastruktur listrik itu dibutuhkan, seiring dengan meningkatnya permintaan listrik di dalam negeri. Kenaikan dari permintaan listrik dalam negeri didorong oleh meningkatnya produktivitas industri, rumah tangga, hingga kendaraan listrik.
“Kami melihat misalnya di ekosistem kendaraan listrik, itu justru permintaan ke depan itu akan terjadi peningkatan, kemudian kegiatan rumah tangga juga akan terjadi peningkatan, dan juga di industri akan juga terjadi peningkatan,” tuturnya.
Sementara Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) menilai target pemerintah untuk mencapai tambahan kapasitas listrik basis energi terbarukan sebesar 75 GW tersebut bukan lah hal mustahil untuk dicapai.
Ketua Umum APLSI Arthur Simatupang mengungkapkan, Indonesia sendiri merupakan negara yang dikelilingi oleh gunung api atau berada di ring of fire, sehingga sumber energi panas bumi bisa dimaksimalkan pemanfaatannya.
“Jadi panas bumi merupakan salah satu potensi sumber energi terbarukan yang tersebar di seantero Indonesia,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia dalam program Energy Corner, Selasa (10/12/2024).
Selain panas bumi, Arthur juga membeberkan sederet potensi energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan untuk mencapai target tambahan kapasitas listrik energi terbarukan 75 GW tersebut, antara lain sumber energi angin, air, hingga sumber energi surya.
“Kita tahu seperti contohnya pembangkit listrik tenaga angin yang sudah terjadi di Sulawesi Selatan, di Jeneponto, itu masih bisa direplikasi lagi, karena Indonesia Timur mempunyai potensi pengembangan energi dari sisi sumber tenaga angin itu sangat banyak. Kemudian kita juga melihat dari 75 GW itu juga titik beratnya pada hidro dan juga dari sisi tenaga surya atau solar PV,” katanya.
Apalagi, Indonesia juga memiliki target untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE )pada tahun 2060 mendatang. Arthur menilai, potensi energi terbarukan di dalam negeri juga bisa mendukung tercapainya target NZE.
“Jadi itu sumber-sumber yang sebetulnya masih sangat bisa dikembangkan dan ditingkatkan untuk menggantikan atau mencapai target net zero Indonesia yang lebih menitik beratkan pengembangan energi berbasis hijau atau energi terbarukan,” tandasnya.
![]()
