Mahasiswa Asal Manggarai di Ende Jadi Buruh Bongkar Muat di Pelabuhan Ipi

“kebutuhan kami di kos selama pandemi covid-19 ini tergantung rasa kasihan warga yang tetanggaan dengan kos kami, terkadang mereka memberi kami nasi dan sayur, tetapi itu kan sifatnya sementara tidak untuk setiap hari, makanya kami terpaksa jadi buruh di pelabuhan, dan ini saja kami bersyukur bisa dapat uang dari hasil kerja kami sebagai buruh” katanya.

Pantauan media ini, para mahasiswa tersebut bekerja dalam satu kelompok, baik untuk membongkar muatan dari kapal ke mobil, hingga menurunkannnya di toko-toko seputaran kota Ende. Dalam sehari mereka memperoleh upah Rp 50.000,00 (lima puluh ribu rupiah) sampai Rp 75.000,00 (tujuh puluh lima ribu rupiah).

“kami kerja dalm bentuk kelompok, kami ada 10 (sepuluh) orang, kami sudah dua minggu melakukan pekerjaan ini, sehari kami dapat upah Rp 50.000,00 sampai Rp 75.000,00, tetapi itu tergantung dari jumlah barang yang kami bongkar dan muat, dan juga tergantung kondisi stamina tubuh kami, terkadang kami butuh waktu dua jam untuk istirahat, kami juga cape, mungkin karena kami belum terbiasa kerja seperti ini” tutur Afry

Dari kondisi seperti ini, mereka berharap agar Pemerintah memperhatikan nasib mereka yang tidak pulang kampung dan memilih bertahan di Ende.

“kami berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai, untuk memberikan bantuan finansial kepada kami guna kelangsungan hidup kami di Ende” tutup Rivan Embong

Laporan : Peter Galis Antong

Komentar