Bangkit Bersama
Serangan virus mikro dengan ukuran satu nanometer ini menyadarkan akan pentingnya kebersamaan. Kita tidak bisa diam dan pasrah pada keadaan. Lalu apa yang harus kita lakukan? Bangkit bersama melawan penyebarannya dengan mematuhi protokol kesehatan, dengan cara pakai masker, jaga jarak, selalu cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir, makan makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Kebersamaan juga terlihat dari kita saling mengingatkan dan memberikan penguatan bagi mereka yang terinfeksi virus C19.
Tidak bisa diingkari virus C19 telah menyatukan kembali negara-negara yang hubungannya selama ini retak. Saat pandemi Virus C19 menyerang, semua negara bangkit bersama dan bergerak serta bahu membahu mengirimkan bantuan berupa tenaga medis, peralatan maupun obat-obatan.
Momen duka dan air mata ini sesungguhnya menjadi kesempatan baru kita untuk’ bertobat dan berbenah diri. Maka pada momen seperti inilah, kita melihat kembali ziarah hidup kita. Saatnya kita melihat diri secara baru. Bagaimana relasi kita selama ini terhadap sesama, apakah kita sudah menjadi pembawa berkat ataukah justru mendatangkan batu sandungan dalam hidup sesama.
Pandemi virus corona membuktikan manusia sungguh rapuh dan tak berdaya. Kemampuan dan kehebatan manusia dengan berbagai perkembangan di sekitarnya ternyata ada batasnya. Pada situasi inilah, kita dituntut untuk berefleksi sekaligus memperbaharui diri dalam berelasi kepada alam dan sekitarnya, kepada sesama dan juga kepada Allah sumber segalanya. Lebih dari itu, pada situasi seperti ini, kita semua diajak untuk tetap membangun sikap solider terhadap sesama terutama mereka yang menderita. Teori Keperawatan dari Peplau, pada dasarnya sangat membantu kita untuk mengambil sikap yang tepat terhadap orang-orang yang sedang berada dalam penderitaan.
![]()
