Jika dilihat secara lebih spesifik, wisatawan nusantara (wisnus) yang menginap di hotel bintang pada periode oktober 2022 lebih banyak daripada wisman. Jumlah tamu menginap untuk wisnus sebanyak 35.149 orang, sedangkan wisman sebanyak 4.696 orang. Akan tetapi durasi menginap wisman lebih pendek dengan rata-rata menginap selama 1,79 hari dibandingan dengan wisman dengan rata-rata menginap 2,11 hari.
Banyak ekonom yang memprediksi bahwa perekonomian global pada tahun 2023 masih dalam kondisi yang tidak kondusif. Hal tersebut membuat kunjungan wisman maupun wisnus ke berbagai destinasi di Indonesia (termasuk di NTT) masih penuh dengan ketidakpastian. Meski demikian, optimisme kebangkitan pariwisata terus digaungkan dan tahun 2023 adalah tahun penuh harapan bagi setiap orang yang berkecimpung pada sektor ini.
Salah satu hal yang perlu diupayakan adalah bagaimana pemerintah dan pelaku usaha di sektor pariwisata NTT memgemas keunikan berwisata di bumi flobamora. Kenapa dan mengapa harus berwisata ke NTT? Pertanyaan tersebut harus mampu dijawab oleh semua stakeholder yang terkait dengan pariwisata NTT.
Jawaban dari pertanyaan di atas adalah dengan membuat tagline versi lokal yang bisa membuat para wisman maupun wisnus “teringang-ngiang” di kepalanya. Malaysia punya slogan pariwisata : “Truly Asia” atau dalam bahasa Indonesia berarti “Asia yang sebenarnya”. Thailand punya slogan: “Amazing Thailand: It Begins with the people” yang artinya “Thailand yang luar biasa. Itu berawal dari penduduknya”. Indonesia sendiri punya slogan pariwisata “Wonderful Indonesia” yang berarti “Indonesia Yang Sangat Indah”. Lalu NTT punya slogan pariwisata apa yang dapat disampaikan ke antero dunia?
Ada setidaknya 5 hal yang perlu dicermati agar kunjungan wisman dan wisnus di NTT terus mengalami peningkatan. Pertama, kemudahan untuk mengakses destinasi wisata di NTT. Kemudahan ini bisa dilihat dari sisi mengakses informasi dan juga mengakses lokasi. Kedua, terkait dengan masalah keamanan. Lokasi wisata yang tidak aman atau banyak terjadi tindak kriminalitas sudah pasti tidak masuk dalam agenda wisata para wisman dan wisnus.
Ketiga, berkaitan dengan kearifan lokal yang ditampilkan. Misalnya rumah adat, pakaian tradisional, juga tarian/seni budaya. Keempat, berkaitan dengan kenyamanan wisman dan wisnus selama melakukan kunjungan. Jangan sampai ada pungutan-pungutan liar yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab di lokasi yang dikunjungi para wisatawan. Kelima, berkaitan dengan unsur penunjang di lokasi wisata. Unsur penunjang tersebut adalah toilet, tempat sampah, dan berbagai produk lokal yang menjadi cenderamata yang bisa dibawa ke tempat asal para wisatawan.
Lima hal di atas tentu akan membuat para wisataman terkesan dengan pariwisata NTT. Sekali berkunjung, pasti akan ketagihan dan kembali lagi. Selain itu, mereka yang terkesan pasti merekomendasikan wisata NTT ke rekan kerja, keluarga, kerabat bahkan membagikan kisahnya ke dunia maya. Mari kita simpulkan wisata NTT dengan singkatan MAK NYUS. Mudah akses, Aman, Kaya Kearifan Lokal, NYaman, Unsur Penunjang tersedia, Sekali Berkunjung Pasti Ketagihan. Apakah Anda sudah merasa MAK NYUS ketika berkunjung ke berbagai destinasi wisata di NTT?
![]()
