Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengucapkan terima kasih kepada Pangdam atas kedatangannya ke wilayah NTB.
“Ini menjadi angin segar sendiri buat masyarakat, dan kami yakin kedatangan Abang memberikan kesan yang baik untuk masyarakat NTB,” sebutnya.
“Kami optimis, sosok beliau menjadi inspirasi sekaligus pemberi semangat baru untuk kita semua, meski pandemi Covid-19, NTB bisa bangkit kembali,” tandas Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini.
Hal senada juga disampaikan Dr. Aqua Dwipayana, mantan wartawan yang kini sebagai konsultan komunikasi dan motivator yang menyampaikan bahwa masyarakat bisa belajar dan mencontoh betapa kompaknya TNI-Polri dan pejabat daerah di NTB.
“Saya sudah sering menghadiri kegiatan seperti ini, tetapi pelajaran yang saya dapat kali ini mulai dari Pangdam di bandara, para pejabat semuanya komplit sangat luar biasa. Artinya kalau mau belajar masalah kekompakan datanglah ke Nusa Tenggara Barat,” tutur Dwipayana.
Sebelumnya, sebagai wujud penghormatan kepada tokoh negara, Majelis Adat Sasak Lombok menganugerahkan suatu gelar kepada Pangdam yaitu Arya Patinglage Yudha Negare, yang memiliki makna sebagai prajurit sejati yang menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Pengurus Majelis Adat Sasak H. Lalu Suhardi mengatakan bahwa Pangdam IX/Udy merupakan prajurit TNI yang diberi tugas oleh negara yang dalam tingkatan gelar Sasak Lombok adalah seorang Mahapati, sehingga kepadanya dianugerahi gelar Arya Patinglage Yudha Negare.
“Majelis Adat Sasak memberi gelar itu dalam konteks budaya, artinya kami suku bangsa Sasak ingin beliau menjaga sekaligus melestarikan adat dan budaya suku Sasak yang menjadi salah satu aset kekayaan budaya nasional,” pungkasnya.
Sumber: Dispenad
![]()
