Ferdy memaparkan jika sudah banyak investor dari Eropa sekarang ingin berinvestasi ke Labuan Bajo. Akan tetapi, mereka tidak ingin jika menggunakan PLTU yang berada di wilayah Rangko. “Listriknya datang dari mana? Oh, dari Rangko? No!” katanya.
Lebih lanjut, Ferdy menjelaskan, pengembangan PLTP harus tetap berlanjut. “Hal itu penting untuk ditempuh untuk menarik investasi baru ke kawasan Poco Leok dan sekitarnya,” kata Ferdy.
Dengan gambaran itu, Poco Leok membutuhkan investasi untuk membangun daerah dalam menjadi motor roda perekonomian. “Poco Leok akan menjadi salah satu motor penggerak investasi dengan mengembangkan energi hijau, yaitu PLTP,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Ferdy juga menegaskan bahwa pengembangan PLTP Poco Leok sangat ramah terhadap lingkungan. “Pengembangan ini tidak akan menyebabkan kerusakan lingkungan seperti pengembangan di sektor pertambangan.”
Dengan adanya PLTP, tegas Ferdy, Poco Leok memiliki potensi besar untuk menjadi daerah yang maju dan mandiri. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, pembangunan PLTP juga merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mengembangkan energi bersih dan ramah lingkungan.
Dikesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Fansi Jahang dalam arahannya menegaskan bahwa “geotermal merupakan aset penting yang dimiliki daerah Manggarai, Memiliki aset energi ramah lingkungan seperti geotermal menjadikan tanah Nuca Lale siap menyongsong kemajuan.” Ini artinya stabilitas energi listrik menjadi kebutuhan mendasar bagi masa depan. Sudah tentu geotermal layak untuk dimanfaatkan sebagai solusi alternatif guna memenuhi kebutuhan energi menuju kemandirian energi Manggarai Raya.
![]()
