Dia menjelaskan bahwa merah artinya mereka yang masih memegang ideologi kekerasan. Sedangkan hijau mereka yang sudah kembali menjadi masyarakat Pancasila.
“Dan kebetulan dari kegiatan pelatihan ini kita sudah menghasilkan panen di Lampung, Banten Jawa Barat dan Jawa Timur secara umum kami juga didukung oleh dinas dinas pertanian di provinsi,” katanya.
Sentot menambahkan bahwa target swasembada harus bisa dioptimalkan melalui dukungan semua pihak termasuk mereka yang berasal dari kalangan narapidana terorisme. Langkah ini penting mengingat pertanian juga menjadi kunci bagi kekuatan ekonomi bangsa.
“Oleh karena itu kami berharap mendapat dukungan penuh dari jajaran Kementan dan barangkali bisa lebih meluas lagi apa yang kita lakukan ini sehingga bermanfaat untuk kepentingan masyarakat khususnya para napiter,” kata Santot.
Pertanian sebagai Pilar Ekonomi dan Lapangan Kerja
Menurut Andi Amran, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi bangsa sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Dengan pembentukan Brigade Swasembada Pangan, para mantan napiter diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam meningkatkan produksi pangan nasional.
“Sebelumnya, kami telah bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM dalam pembinaan narapidana umum,” jelas Mentan.
“Kini, kolaborasi dengan Densus 88 membawa sinergi baru yang dapat mempercepat tercapainya swasembada pangan,” ungkap Andi Amran.
![]()
