Sebelumnya kata Budi Setiawan, pada bulan Januari 2024, PLN menggelar paltihan konversi kendaraan BBM ke Listrik yang melibatkan para guru serta pelajar.
“Pelatihan konversi ini telah melibatkan 15 guru serta perwakilan 10 pelajar setiap sekolah kejuruan saat pelatihan bulan Januari 2024,” jelas Budi Setiawan.
Dirinya juga mengapresiasi langkah kepala Sekolah SMK Santo Aloysius Ruteng, telah menambah satu program baru khusus Teknis Sepada Motor pasca digelarnya pelatihan konversi kendaraan oleh PT. PLN.
“Saat ini di SMK Santo Aloysius Ruteng, telah menambah satu program yaitu Teknis Sepada Motor, merupakan tindak lanjut dari pelatihan konversi kendaraan BBM ke listrik,” sebutnya.
Bentuk keseriusan PLN jelas Budi Setiawan, pihaknya akan mengusulkan SMK Santo Aloysius Ruteng ke Kementerian Perhubungan sebagai bengkel resmi dengan diterbitkannya Sertifikat sebagai bengkel Pemasangan, perakitan dan pemeriksaan untuk kendaraan sepeda motor listrik.
“Sebagai persyaratan untuk diterbitkannya sertifikat dari kementerian Perhubungan, PLN akan men-suport peralatan sebagai syarat untuk mendapatkan Sertifikat,” beber Budi Setiawan.
Kedepannya kata dia, Sekolah tersebut menjadi pusat pelatihan konversi kendaraan BBM ke listrik di kepulauan Flores bahkan Provinsi NTT secara keseluruhannya.
Hal ini sambungnya sejalan dengan program pemerintah melalui PT. PLN untuk mewujudkan Net Zero Emissions di tahun 2060.
“PLN dengan nyata bergerak mendukung Zero Emissions di tahun 2060, misalnya dari hulu PLN mendapatkan mandat melakukan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Ulumbu unit 5-6 Poco Leok dan hilirnya PLN melakukan pengembangan konversi kendaraan BBM ke listrik,” ungkap Budi Setiawan.
![]()
