RSUD Ruteng Sudah Punya Alat Deteksi Penyakit Sampai ke Usus, Namanya CT-SCAN

Ia pun menyarankan agar masyarakat pro aktif untuk datang memeriksa sebelum menginjak usia 50 tahun, terlepas dari ada beban pembiayaan yang berlaku untuk semua.

“Sebelum usia 50 tahun walaupun tidak sakit harus minta periksa karena penyakit memang sudah ada di dalam tubuh. Jangan hanya karena biaya kita tidak mau, nanti terkapar baru huru hara” kata dr. Mallisa.

Menurut dr. Mallisa, pemeriksaan CT-SCAN ini tidak pakai BPJS. Artinya semua akan dipungut biaya sekalipun pasiennya mempunyai BPJS. Sekali pemeriksaan sebesar Rp.2.000.000.

Ia juga menambahkan, CT-SCAN ini memiliki banyak keunggulan, seperti waktu pemeriksaan lebih cepat, hasil gambar lebih detail, dan variasi pemeriksaan lebih luas.

Mengutip sambutan Bupati Manggarai, Heribertus Geradus Laju Nabit bahwa saat ini Pemerintah Daerah terus berupaya mendukung RSUD Ruteng untuk mencapai pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Alat CT-SCAN ini, kata Bupati, merupakan alat diagnostik yang paling tertinggi di RSUD Ruteng. Dengan adanya CT-SCAN ini tentu diharapkan dukungan dari semua pihak, baik BPJS Kesehatan, PMI, Stekholder dan tentunya seluruh masyarakat umum.

Pemerintah Kabupaten Manggarai, kata dia, telah mengalokasikan anggaran yang bersumber dari DAK Kesehatan sebesar Rp.12 miliar lebih untuk pengadaan CT-SCAN ini.

Bagi dia, ini merupakan lompatan yang sangat baik sehingga pelayanan RSUD Ruteng dapat berjalan lebih maksimal lagi.