Namun demikian, sosisalisasi berjalan lancar dan mampu menjawab kekhawatiran masyarakat terdampak. Salah satu peserta sosialisasi, Felix Miteh asal Desa Takatunga, mengapresiasi PLN karena telah menyediakan wadah bagi masyarakat untuk mengkonfirmasi informasi simpang siur yang beredar di tengah masyarakat.
“Puas sekali dengan sosialisasi ini. Saya tidak suka dengar perdebatan tanpa ujung, tidak tahu apa yang harus kita bahas. Proyek ini, saya harap, tetap berjalan seperti biasa, yang penting kita sudah tahu sistemnya, penggunaan air sungainya seperti apa, pencemarannya tidak ada, dan lingkungan aman,” kata Felix.
Di lokasi berbeda, General Manager (GM) PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menjelaskan sosialisasi ini dilakukan setelah PLN memperoleh hasil yang komprehensif melalui sejumlah riset dan pengukuran debit air Tiwu Bala selama 6 bulan.
“PLN menjamin pemanfaatan Sungai Tiwu Bala tidak mengganggu irigasi. Penggunaan air bersifat kondisional dan tidak ada limbah yang akan dibuang ke sungai,” kata GM Rizki.
GM Rizki menyambut baik segala masukan konstruktif dari masyarakat untuk kemudian dijadikan atensi bagi PLN dalam pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala.
“Apabila dibutuhkan sosialisasi lebih intensif di desa maupun dusun, PLN siap! Ini kami lakukan agar masyarakat mendapat informasi secara utuh dari sumber primer,” tambahnya.