Tantangan Kebangsaan Masa Kini

Celotehan dan sumpah serapah di media sosial anggap saja sampah kata kata, jangan dimadukan ke hati. Anggap saja, pilkada sebagai sarana hiburan, wisata politik yang mendidik dan sarana kita melewati masa transisi demokrasi dari event lima tahunan. Tanpa perlu saling ngotot mempertahankan pendapat dan saling klaim sebagai pihak paling menang.

Pilkada baru masuk masa kampanye. Masa pemilihan dan perhitungan suara masih jauh di depan pada 9 Desember nanti. Pandemi Covid 19

Temen saya marah-marah, itu pengumuman pemerintah gimana suruh di rumah saja karena Pandemi. Lha kita butuh cari duit, ke pasar dan kebutuhan sehari hari. Di rumah saja, memang membuat kita jenuh, bosan dan suntuk bahkan stres.

Pemerintah tidak melarang ke luar rumah sepanjang sesuai protokol kesehatan jaga jarak, pake masker, jauhi kerumunan dan memang cuaca sedang panas-panas penuh debu. Tidak tahu ambang polusi oktan di jalan raya. Debu kapitalisme, lumpur tanah yang bisa jadi beterbangan mengandung virus flu. Bila kena hujan sebentar saja, bisa membumbung satu meter dan pilegk bila kita keluar rumah kuyup kena hujan. Pancaroba namanya. Ayam kampung saja, yang demikian kena ayan,-cileren-, demam, flek,flu. cuaca pancaroba.

Hujan seminggu yang lalu gerimis 3 kali, panas sekali. Secara ilmiah, ketika debu kena hujan, debu yang banyak bervirus naik 1 meter, maka ketika hujan gerimis orang menerjangnya otomatis flu, pileg, influensa, demam. Ayam saja akan panastis. Ambil positifnya saja, bergerak di pagi buta, bada shalat subuh dan sore jelang magrib.

Cuaca tidak mendukung. Kang Tarmin sineas humoris dari Purbalingga yang sehari hari jadi tukang Bego (nyupir Buldoser) menganggap Covid itu penyakit ampeg, sesak nafas, bengek yang sejak jaman dahulu sudah ada.

Panas sekarang dan tahun-tahun ke depan pergerakannya 0,5 ‘C, global klimate ini disetujui oleh hampir seluruh negara di dunia. Kita tidak tahu kapan bisa mengerem laju suhu panas yang sudah di atas rata rata.

Indonesia yang terkenal beriklim tropis dan menjadi salah satu paru paru dunia, tentu perlu kembali menghijaukan hutan hutan kita yang sudah digunduli setengah juta hektar per tahun.

Karenanya, kita belum tahu virus ini diketemukan obatnya, kita dianjurkan untuk rajin cuci tangan dengan enam langkah, sering mengenakan masker. Lalu hindari kerumunan, menghabiskan waktu di rumah, hindari kontak dengan hewan mati atau hidup, dan makanlah daging yang matang.

Selain itu, sebagai langkah antisipasi pencegahan dan penanganan virus corona, di beberapa Rumah Sakit telah menyiapkan ruang yang bisa digunakan merawat pasien. Namun kita tidak menyarankan karantina mandiri. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Apabila masyarakat ingin tahu informasi virus corona, sedari dini bisa menghubungi Gugus Kendali Penanganan Covid-19.

Berbagai upaya telah berupaya maksimal mungkin dengan bantuan sabun cuci tangan, pembagian masker, obat obatan dan bantuan sembako bagi warga kurang mampu, Kita juga sudah menyarankan dengan tim gugus kendali di kampung-kampung untuk membuka kembali gerbang blokade kampung.

Selama memenuhi standar protokol kesehatan.Saya yakin, penyebaran virus sudah tidak menyebar dan pelonggaran massal harus diupayakan agar masyarakat bisa menggerakkan roda ekonomi, mencari nafkah dan mencukupi kebutuhan keluarga.

Baca Juga: Tantangan Ekonomi Miracle di Indonesia

Pergerakan orang kita siasati antara 50 dan maksimal 100 orang, karena itu yang memungkinkan dan diatur oleh Undang undang, dan harus mematuhi standar protokol kesehatan.

Situasi jadi tidak normal

Berpijaklah, sebagaimana sudah Normal. Hari ini sudah Normal. Saya sehat hari ini. Maka jauh lebih sehat.  Karena ada yang menyatakan zona merah, zona hijau sudah no 4 se Indonesia dengan range 100-200 terkena Covid. Jaga diri,( C)uci tangan yang bersih, (berwudhu), (O) lah raga yang cukup ,pit pitan. (V)ilter dengan masker,( I)munitas ditingkatkan, Istirahat yang cukup dan makan makanan yang bervitamin dan bergizi, (T)amengi diri dari kerumunan yang tak berguna.( 19 )(17 rokaat lima waktu tambah min 2 sunnah tahajud malam) = new normal CopiT 19. Ya Alloh…Engkau kirim Thoun, Virus yang sampai kini belum ketemu obatnya, lalu orang ketakutan massal. Neurosisme berlebihan melibihi batas.

Ya Alloh, cukupkan bagi kami penyakit penyakit yang tak sanggup bagi kami menanggungnya. Ya Alloh pandanglah kami dengan mata kasih sayangmu. Angkat penyakit kami tanpa rasa sakit. Ya Alloh , sembuhkan lah penyakit penyakit kami. Ya Alloh kabulkanlah doa doa kami. Amin ya Mujibas Saiin.

Aji Setiawan, Penulis Tinggal di Purbalingga Jawa Tengah