“Saya merasa senang dan bangga menerima kain Songke Manggarai ini, apalagi dengan warna hijau yang sangat saya sukai. Saya juga baru pertama kali menerima tenunan daerah bernuansa hijau. Seolah-olah Ibu Ketua Dekranasda Manggarai mengetahui warna kesukaan saya. Kain ini bukan sekadar karya seni, tetapi juga representasi nilai budaya dan sejarah masyarakatnya,” ujar Dr. Nungki.
Menurutnya, pelestarian tenun tradisional seperti Songke merupakan bagian penting dari upaya menjaga identitas budaya bangsa di tengah dinamika modernisasi.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam membina para perajin lokal melalui berbagai program penguatan ekonomi kreatif dan peran aktif Dekranasda.
Penyerahan cenderamata tenunan Songke Manggarai ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam melestarikan dan mempromosikan kebudayaan daerah sebagai bagian integral dari pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Robertus Bellarminus Nagut atau yang akrab disapa Armin Bell, menyampaikan bahwa kehadiran Bupati Manggarai dalam rangkaian kegiatan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat menjadi sebuah perjalanan budaya yang sangat mengesankan.
Hal tersebut semakin bermakna karena Bupati Manggarai juga mendapat undangan khusus untuk menjadi narasumber dalam salah satu podcast di Jakarta.
Dalam podcast tersebut, Bupati Manggarai menjelaskan secara mendalam mengenai produk kerajinan tenunan Songke Manggarai sebagai salah satu kebanggaan masyarakat Manggarai.
Penjelasan tersebut tidak hanya menyoroti keindahan motif dan nilai filosofisnya, tetapi juga menegaskan peran tenun Songke sebagai identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif masyarakat lokal.***
