Wabup Fabi Abu Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Bagi Petani Terdampak Gagal Panen di Satar Mese

“Di Manggarai, kita limpahkan kepercayaan kepada Kecamatan Satar Mese untuk berani siap tidak mengimpor lagi,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian, Ferdinandus Ampur, menjelaskan bahwa data petani terdampak yang digunakan sebagai acuan merupakan hasil pengamatan dari tim lapangan.

“Bupati telah memerintahkan kami untuk memberikan bantuan berdasarkan data akurat. Namun, bantuan tanggap darurat hanya diberikan kepada petani yang kategori gagal panennya mencapai 75-100 persen. Jika masih ada hasil panen, meskipun sedikit, bantuan tidak akan diberikan,” jelasnya.

Ia juga menekankan perlunya perubahan perilaku bertani untuk mengatasi masalah hama wereng batang coklat. “Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Ketua Kelompok Tani Mawar Pong Kukung, Petrus Masa Ragat, mengungkapkan keprihatinannya atas intensitas serangan hama yang menyebabkan 85 persen tanaman padi di wilayah tersebut gagal panen. Ia berharap dinas sosial dan pertanian dapat mencari solusi jangka panjang terhadap masalah hama ini.

Menanggapi hal tersebut, Wabup Fabianus Abu berjanji akan melakukan pengecekan ulang terhadap data lapangan untuk memastikan semua petani terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan yang sesuai.

Salah seorang tokoh adat mengapresiasi langkah pemerintah dalam memberikan bantuan. Dirinya menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan selama dua tahun terakhir untuk mengatasi hama, termasuk penggunaan varietas padi tahan hama dan obat-obatan khusus.