Menurutnya, lomba ini merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya literasi sekaligus menjaga kearifan lokal.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya gemar membaca, tetapi juga bangga dengan cerita-cerita daerahnya sendiri,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelestarian Bahan Pustaka, Fransiska Hamput, menambahkan bahwa kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus Non Fisik Tahun Anggaran 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa masih akan ada berbagai kegiatan literasi lanjutan, seperti lomba resensi buku, lomba konten video literasi, lomba perpustakaan desa, bimbingan teknis literasi informasi, hingga gebyar literasi.
![]()
Dari sisi penilaian, para juri menekankan bahwa bertutur merupakan keterampilan yang kompleks.
Juri Marselus Ungkang menyebut bahwa peserta tidak hanya dituntut mampu membaca, tetapi juga memahami dan menyampaikan cerita dengan baik, termasuk penguasaan ekspresi, intonasi, dan panggung.
Juri lainnya, Jefrin Haryanto, menyoroti pentingnya pengalaman tampil dalam membentuk kepercayaan diri anak.
Menurutnya, kegiatan seperti ini membantu anak-anak belajar mengelola rasa gugup dan berani tampil di depan publik.
Sementara itu, Reta Janu menekankan pentingnya kebebasan berekspresi dalam bertutur.
Ia mendorong peserta untuk tidak terpaku pada hafalan agar cerita yang disampaikan terasa lebih hidup dan alami.
Sejak awal hingga akhir kegiatan, suasana lomba berlangsung hangat dan ramah anak.
Penyelenggaraan yang tertata, pelayanan yang baik, serta dukungan penonton membuat para peserta tampil lebih percaya diri dan menikmati setiap momen di atas panggung.
Para peserta tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi mampu menghidupkan cerita melalui ekspresi dan penghayatan yang kuat.
Cerita-cerita rakyat Manggarai yang dibawakan pun sarat nilai budaya, menjadi sarana penting dalam merawat warisan lokal.
Ajang ini menjadi bukti bahwa literasi dapat dikembangkan dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.
Dari panggung sederhana ini, harapan besar untuk masa depan budaya dan generasi Manggarai terus tumbuh dan berkembang.
![]()
![]()
![]()
![]()
