Dua orang warga Marselus dan Yohanes yang dijumpai media ini di lokasi menduga, pengerjaannya tidak berkualitas atau asal jadi. Sehingga begitu hujan turun aspalnya cepat terkelupas.
“ini proyek mungkin kerjanya asal jadi, lihat saja aspalnya sudah terlepas, batunya sudah kelihatan, hanya hitamnya saja yang baru, tapi bentuknya sama seperti belum diperbaiki” kata Yohanes.
Untuk itu mereka meminta pihak terkait khususnya Instansi Teknis Dinas PU, agar segera melakukan evaluasi dan pengecekan ke lokasi terkait dengan kualitas proyek ini serta sesegera mungkin diperbaiki.
“secepatnya perbaik lagi, ini jelek sekali kerjanya, Dinas PU harus panggil kontraktornya, lihat bentuknya saja, tidak lama lagi semuanya pasti rusak” imbuhnya.
![]()
![]()
Saat ditanya siapa kontraktor pelaksana dan berapa pagu anggarannya, mereka mengaku tidak mengetahuinya.
“kalau itu kami tidak tau om, karena waktu mereka kerja kami tidak terlalu perhatikan” tutupnya.
Untuk diketahui jalur ini menghubungkan tiga Desa yaitu Desa Satar Nawang, Desa Wea dan Desa Benteng Rampas. Jalur ini juga kadang digunakan oleh sebagian warga sebagai jalur alternatif menuju Ruteng.
![]()
![]()
![]()
![]()
