Bayi Yosefasania Derita Bocor Jantung dan Sumbatan Pembuluh Darah, Orang Tua Harap Uluran Tangan

Namun, karena kondisi penyakit yang dinilai terlalu kompleks, pihak rumah sakit kemudian merujuk Yosefasania ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.

“Kami sempat ke RS. Sanglah Denpasar dan dilakukan kateterisasi jantung. Tapi dokter mengatakan penyakit anak saya terlalu komplikasi, sehingga kami dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta. Sayangnya, kami tidak mampu melanjutkan karena terkendala biaya transportasi dan biaya hidup,” ungkap Anastasia.

Akibat keterbatasan biaya, keluarga terpaksa kembali ke Manggarai meskipun kondisi Yosefasania belum membaik.

Saat ini, balita tersebut kembali menjalani perawatan di RSUD Ruteng dengan kondisi yang masih lemah, jarang menangis, dan terus bergantung pada bantuan oksigen.

Anastasia mengaku mulai menyadari adanya kejanggalan pada kondisi anaknya sejak Yosefasania berusia tiga minggu. Saat itu, pertumbuhan anaknya terbilang lambat, warna kulitnya tampak berbeda, sebagian menghitam serta sering mengalami demam tinggi disertai batuk dan sesak napas.

“Melihat kondisi itu, saya dan suami langsung membawanya ke rumah sakit. Di sana langsung diambil sampel darah, dilakukan rontgen, lalu dipasang infus dan oksigen,” katanya.

Kepastian mengenai penyakit jantung bocor baru diketahui Anastasia pada 4 Desember 2025, setelah Yosefasania menjalani pemeriksaan USG jantung atau echocardiography (echo).

“Saya heran kenapa pertumbuhan anak saya lambat dan berat badannya tidak naik, malah turun. Ternyata jantungnya bocor dan ada sumbatan pembuluh darah,” ujarnya.

Mengetahui penyakit serius yang diderita putrinya, Anastasia dan suaminya mengaku kebingungan dan tidak berdaya karena keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pengobatan lanjutan ke Jakarta.

“Dokter bilang harapan terakhir harus ke RS Harapan Kita Jakarta. Di Bali sebenarnya bisa dilakukan operasi, tapi tidak menjamin keselamatan anak saya. Karena itu dokter menyarankan ke Jakarta,” tutur Anastasia.

Anastasia berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai serta uluran tangan dari para dermawan dan orang-orang baik agar Yosefasania dapat melanjutkan pengobatan dan mendapatkan harapan untuk sembuh.

“Kami hanya berharap ada bantuan agar anak kami bisa berobat dan punya kesempatan hidup lebih baik,” pungkasnya.***

Posting Terkait

Jangan Lewatkan