Bupati Hery Nabit Apresiasi Launching NTT Mart Lembu Nai di SMA Negeri 2 Langke Rembong 

Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu mempertanyakan apabila nantinya terdapat produk dari kabupaten lain yang dijual di Manggarai.

“Kalau sudah berjalan, jangan ada pertanyaan kenapa ada produk dari Sikka, dari Ngada, dari Alor dijual di sini. Karena di Alor pun nanti akan ada juga produk dari Manggarai. Ini adalah semangat kebersamaan,” tegasnya.

Bupati Hery Nabit menilai bahwa selama ini masih ada kecenderungan berpikir sempit dengan hanya ingin menonjolkan produk sendiri tanpa membuka ruang kolaborasi.

“Orang Manggarai ini kadang suka mau bikin khusus sendiri. Padahal kalau main bola saja kita pakai orang lain. Saya kira ini adalah pembuka jalan kita untuk berpikir lebih luas dan maju bersama,” ujarnya dengan nada kelakar.

Menanggapi pertanyaan masyarakat terkait lokasi NTT Mart yang berada di lingkungan SMA Negeri 2 Langke Rembong, Bupati Hery Nabit menjelaskan bahwa lokasi bukan faktor utama keberhasilan usaha.

“Hari ini orang akan datang karena dua hal, yaitu kualitas dan harga. Kalau kualitas baik dan harga masuk akal, mau di sudut mana pun orang akan datang,” jelasnya.

Hery Nabit juga menekankan bahwa yang terpenting bukanlah posisi strategis semata, melainkan pelayanan yang ramah serta produk yang berkualitas.

“Yang perlu kita bangun adalah pelayanan. Senyum. Orang datang mau belanja, mau lihat apa. Jangan seperti pasar biasa. Pikirkan kualitas, harga, dan pelayanan,” pesannya.

Bupati Hery Nabit juga mencontohkan perkembangan usaha kecil di Kota Ruteng, khususnya usaha penjualan daging babi yang kini semakin bertumbuh.

“Sekarang di kota ini ada sekitar 11 sampai 12 usaha kecil yang menjual daging babi. Orang rela datang dari jauh karena harga lebih murah, timbangan pas, dan kualitas bagus. Ini bukti bahwa lokasi bukan soal utama,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Bupati Hery Nabit juga menambahkan bahwa masalah utama yang sering dikeluhkan masyarakat adalah ketepatan timbangan dan kualitas produk. Karena itu, NTT Mart harus menjadi contoh usaha yang jujur, profesional, dan berorientasi pada kepuasan konsumen.

Lebih lanjut, Bupati Manggarai menegaskan bahwa tugas semua pihak saat ini adalah menyukseskan program yang telah direncanakan dan dijalankan, khususnya di wilayah kota Ruteng.

“Bagian kita sekarang adalah memastikan program ini berjalan. Himbauan saja tidak cukup. Besok ada rapat pimpinan OPD, dan di sana hal-hal teknis harus bisa dikerjakan,” tegas Bupati kepada semua jajaran Pemkab Manggarai yang hadir.

Ia mengakui bahwa dalam pelaksanaan kebijakan terkadang dibutuhkan ketegasan.

“Kadang memang perlu sedikit dorongan. Itu bukan untuk memaksa, tetapi untuk memberi semangat kepada teman-teman pelaksana,” ujarnya.

Menurut Hery Nabit, setiap inisiatif baru harus ditunjukkan keseriusannya sejak awal.

“Sebuah inisiatif harus punya sinar. Kalau dari awal sinarnya terang, orang tidak ragu. Tapi kalau sudah redup sejak awal, akan sulit dipertahankan,” katanya.

Karena itu, Hery Nabit berharap seluruh pihak memberikan dukungan penuh agar inisiatif NTT Mart dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Di akhir sambutannya, Bupati Hery Nabit mengingatkan para pengelola NTT Mart agar tetap optimis dan tidak mudah berkecil hati jika muncul kritik atau komentar dari masyarakat.

“Jangan kecil hati kalau ada komentar. Itu bagian dari proses. Yang penting kita jalankan dengan optimis dan terus memperbaiki kualitas, harga, dan pelayanan,” pungkasnya.

Launching NTT Mart UBSP Lembu Nai di SMA Negeri 2 Langke Rembong diharapkan menjadi langkah awal memperkuat pemasaran produk lokal, meningkatkan ekonomi masyarakat, serta membangun semangat kolaborasi antar daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur.***