Bupati Hery Nabit Apresiasi Nilai Rapor Pendidikan Kabupaten Manggarai Mencapai 70,53

Manggarai, SwaraNTT.net – Bupati Manggarai, Herybertus Nabit, memberikan arahan penting kepada para kepala sekolah dan guru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Manggarai dalam sebuah pertemuan yang digelar di Aula Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai, pada Kamis, 10 Juli 2025.

Dalam sambutannya, Bupati Hery Nabit menyampaikan apresiasi terhadap capaian rapor pendidikan Kabupaten Manggarai yang menunjukkan hasil cukup menggembirakan.

“Rapor pendidikan kita cukup baik. Ini prestasi. Kalau dengan langkah biasa-biasa saja, nilainya tidak akan naik. Tahun lalu kita putuskan fokus pada literasi dan numerasi,” ungkap Bupati Hery Nabit kepada wartawan usai pertemuan.

Sebagaimana diketahui, nilai rapor pendidikan Kabupaten Manggarai tahun ini mencapai 70,53, yang masuk dalam kategori Tuntas Pratama.

Meski demikian, Bupati Hery menekankan bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan tidak boleh berhenti sampai di situ.

“Saya minta agar numerasi ini terus diperkuat. Supaya melahirkan banyak orang-orang muda yang berkualitas,” tegasnya.

Lebih jauh, ia juga menugaskan para kepala sekolah untuk membangun semangat belajar di kalangan siswa, dan menyarankan penggunaan metode pembelajaran GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) sebagai salah satu alternatif pendekatan.

Selain fokus pada peningkatan literasi dan numerasi, Bupati Hery juga menetapkan tiga kegiatan ekstrakurikuler wajib bagi siswa SD dan SMP, yaitu studi sore, Pramuka, dan literasi. Kegiatan literasi tersebut akan dibagi antara kunjungan ke perpustakaan daerah dan aktivitas membaca di sekolah.

Dalam pertemuan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Manggarai, Maria Yasinta Asso, turut menyampaikan isu penting terkait perlindungan anak dan pencegahan perkawinan usia dini.

“Isu perempuan dan anak menjadi perhatian banyak pihak. Bicara tentang anak adalah bicara tentang generasi penerus bangsa, dan juga tentang perempuan yang melahirkan,” jelas Yasinta.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan